,

     

    Danantara Kucurkan Investasi Rp225 Triliun untuk 26 Proyek Strategis

    Jakarta - Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) terus tancap gas mendorong proyek hilirisasi di Indonesia. Total investasi yang digarap Danantara kini mencapai Rp225 triliun yang tersebar dalam puluhan proyek strategis.

    CEO Danantara sekaligus Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Rosan Roeslani, mengatakan investasi tersebut dikerjakan secara bertahap. Pada tahap pertama, Danantara menggarap enam proyek yang tersebar di 13 daerah. Selanjutnya, tahap kedua menambah 13 proyek baru.

    "Pertama di tahap pertama ada 6 proyek di 13 daerah, tahap kedua di 13 proyek tambahan sehingga total yang kami lakukan investasinya adalah Rp 225 triliun," kata Rosan dalam Konferensi Pers RAPBN dan Nota Keuangan Tahun Anggaran 2027 di Jakarta, Jumat (14/8/2026).

    Proyek-proyek tersebut menyasar sejumlah sektor strategis, mulai dari mineral, energi, hingga pertanian dan pangan. Beberapa proyek hilirisasi yang telah dipaparkan sebelumnya antara lain pengolahan alumina dan bauksit, produksi stainless steel, pengembangan DME, bioavtur, bioethanol, hingga pengolahan komoditas perkebunan.

    Untuk memastikan proyek berjalan sesuai target, Danantara menggunakan sistem dashboard yang diperbarui dan dipantau setiap hari. Dengan sistem tersebut, perkembangan investasi dan pembangunan proyek dapat dipantau secara real-time.

    Rosan menyebut pihaknya masih belum merinci seluruh sektor dan lokasi proyek. Namun, ia membuka peluang bagi media untuk memperoleh informasi lebih detail mengenai proyek-proyek yang sedang dikerjakan.

    Langkah ini menjadi bagian dari strategi pemerintah mempercepat hilirisasi sekaligus meningkatkan nilai tambah sumber daya alam di dalam negeri. Hingga semester I 2026, investasi hilirisasi nasional juga menunjukkan tren positif dan menjadi salah satu penopang investasi Indonesia.

    ,

     

    MDMC LAZIZMU Gempa Flores

    Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Pimpinan Pusat Muhammadiyah bergerak cepat merespons gempa bumi yang melanda wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Sebagai langkah awal, MDMC mengaktifkan Pos Koordinasi Wilayah (Poskorwil) di Ende untuk memperkuat koordinasi sekaligus memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat segera ditangani.

    Poskorwil MDMC Ende akan mendukung respons kemanusiaan di enam wilayah, yakni Kabupaten Manggarai Timur, Ende, Manggarai Barat, Sikka, Manggarai, dan Nagekeo.

    Selain itu, posko sementara tengah disiapkan di SMK Muhammadiyah Manggarai Timur. Dalam tahap awal penanganan, MDMC Pimpinan Pusat mengirimkan dua personel asistensi, yakni Wakil Ketua MDMC Indrayanto dan Ketua Bidang Tanggap Darurat Rehabilitasi dan Rekonstruksi Sarniyah. Keduanya akan diperkuat tim MDMC Jawa Timur.

    Tim tersebut bertugas melakukan koordinasi serta asesmen untuk memetakan kebutuhan warga di sejumlah lokasi terdampak. Sementara itu, logistik darurat mulai dipersiapkan MDMC Jawa Timur untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama masa tanggap darurat.

    Respons juga mencakup layanan kesehatan. Tim medis dari Klinik PKU Muhammadiyah Ende telah diterjunkan ke lokasi terdampak. Tim kesehatan berikutnya dari PKU Muhammadiyah Bima dan Jawa Timur juga tengah disiapkan untuk bergabung.

    Poskorwil sendiri berpusat di Klinik PKU Muhammadiyah Ende. Melalui koordinasi lintas wilayah, penyediaan logistik, layanan kesehatan, dan penguatan posko, MDMC bersama jaringan Muhammadiyah dan LAZISMU berkomitmen memastikan bantuan diberikan secara cepat dan sesuai kebutuhan masyarakat terdampak gempa Flores.

    , ,

     

    Inovasi_Digital_DPUPR_Provinsi_Jateng
    PUPR Jateng Luncurkan 4 Inovasi Digital, dari Atasi Sampah Irigasi hingga Tambal Jalan

    SEMARANG – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Jawa Tengah meluncurkan empat inovasi berbasis digital dan kolaborasi untuk meningkatkan tata kelola infrastruktur serta pelayanan publik.

    Empat inovasi tersebut mencakup pengelolaan sumber daya air, sistem informasi aset infrastruktur, pemantauan embung, hingga pemeliharaan jalan. Program ini menjadi bagian dari upaya PUPR Jateng menghadirkan tata kelola infrastruktur yang lebih modern, adaptif, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

    Kepala Dinas PUPR Provinsi Jawa Tengah Henggar Budi Anggoro mengatakan modernisasi tata kelola menjadi kebutuhan penting, terutama dalam pengelolaan sumber daya air dan jaringan jalan.

    "Modernisasi tata kelola sumber daya air dan jalan adalah kunci peningkatan kualitas pelayanan publik di era digital," ujar Henggar di Kantor Balai Pengelolaan Sumber Daya Air (BPSDA) Serayu-Bogowonto, Purwokerto, baru-baru ini.

    1. Bestie Samsuri, Atasi Sampah di Saluran Irigasi

    Inovasi pertama yakni Bestie Samsuri, singkatan dari "Bersama Elemen Sektoral dalam Aksi Nyata Tangani Sampah pada Saluran Irigasi".

    Program ini mengedepankan kolaborasi lintas sektor untuk menjaga kebersihan dan kelancaran saluran irigasi. Dengan begitu, distribusi air diharapkan dapat berjalan lebih optimal dan berkelanjutan.

    "Gerakan kolaboratif lintas sektor dalam menjaga kebersihan dan kelancaran saluran irigasi untuk mewujudkan alokasi air yang optimal, berkelanjutan dan bernilai maslahat bagi masyarakat, khususnya untuk petani pemakai air irigasi," jelas Henggar.

    2. Smart Asi, Data Infrastruktur Berbasis WebGIS

    Inovasi berikutnya adalah Smart Asi, sebuah platform WebGIS yang mengintegrasikan data aset, sungai, dan sistem irigasi secara spasial.

    Sistem ini dirancang untuk mempermudah proses inventarisasi sekaligus membantu pemerintah dalam mengambil keputusan berbasis data.

    Dengan integrasi data spasial, pengelola infrastruktur dapat memperoleh informasi yang lebih cepat dan akurat mengenai kondisi jaringan sumber daya air di wilayah kerja.

    3. Mas Danu, Pantau Embung Secara Real-Time

    PUPR Jateng juga menghadirkan Mas Danu, atau Manajemen Informasi Data Embung Terpadu.

    Sistem tersebut digunakan untuk mengintegrasikan informasi mengenai embung sekaligus memantau kondisinya secara real-time.

    "Ini merupakan sistem informasi terintegrasi untuk pengelolaan dan pemantauan kondisi embung secara real-time atau faktual," kata Henggar.

    Ketersediaan data yang terintegrasi diharapkan dapat membantu pengelola dalam menentukan langkah pemeliharaan maupun penanganan ketika terjadi persoalan pada infrastruktur embung.

    4. Sikidang, Tambal Jalan dengan Material Daur Ulang

    Inovasi keempat adalah Sikidang, singkatan dari Sigap Kinerja Tambal Lubang dengan Material Daur Ulang.

    Program ini merupakan inovasi pemeliharaan jalan yang mengedepankan penanganan lubang secara cepat dengan memanfaatkan material yang lebih ramah lingkungan.

    Selain mempercepat respons terhadap kerusakan jalan, penggunaan material daur ulang diharapkan dapat mendukung praktik pemeliharaan infrastruktur yang lebih berkelanjutan.

    Pangkas Birokrasi dan Percepat Respons

    Henggar berharap penerapan keempat inovasi tersebut tidak sekadar menjadi digitalisasi sistem, tetapi memberikan dampak nyata terhadap pelayanan masyarakat.

    Menurutnya, inovasi tersebut diharapkan mampu memangkas alur birokrasi dalam penanganan persoalan infrastruktur, mempercepat respons terhadap laporan masyarakat, serta meningkatkan fungsi jaringan irigasi dan jalan.

    Dengan pendekatan digital dan kolaboratif, PUPR Jateng ingin memastikan pengelolaan infrastruktur tidak hanya lebih cepat, tetapi juga lebih terukur, transparan, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat di lapangan.

    , ,

    Dedi Mulyadi Gubernur Jawa Barat 2026
    Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi dalam Rapat Paripurna dengan Anggota DPRD (Foto: Humas Jabar)

    BANDUNG – Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat bersama DPRD Jawa Barat menyepakati Rancangan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Tahun Anggaran 2027.

    Kesepakatan tersebut ditetapkan dalam Rapat Paripurna DPRD Provinsi Jawa Barat di Kota Bandung, Rabu (5/8/2026). Agenda tersebut juga dirangkaikan dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) layanan transportasi bersama operator DAMRI dan Big Bird.

    Usai rapat, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atau yang akrab disapa KDM mengatakan arah pembangunan pada 2027 akan difokuskan pada penyelesaian berbagai layanan dasar yang berdampak langsung terhadap kualitas hidup masyarakat.

    Menurut Dedi, tahun 2027 akan menjadi fase lanjutan untuk merampungkan sejumlah program prioritas yang telah dijalankan selama masa pemerintahannya.

    "2027 kan tinggal melanjutkan pendidikan. Sekolah-sekolah di Jabar semua sudah dalam keadaan baik, layanan dasar pendidikan terselesaikan," ujar Dedi.

    Target Listrik untuk Seluruh Warga

    Selain pendidikan, pemerintah daerah menargetkan seluruh masyarakat yang belum mendapatkan akses listrik dapat terlayani pada 2027.

    Dedi menyebut jumlah warga yang sebelumnya belum teraliri listrik mencapai sekitar 500 ribu orang. Angka tersebut kini telah turun menjadi sekitar 80 ribu orang.

    "Listrik yang tinggal 80.000 orang dari 500.000 selesai," katanya.

    Target tersebut menjadi salah satu bagian dari upaya Pemprov Jabar memastikan layanan dasar dapat dirasakan secara merata hingga ke wilayah yang selama ini sulit mendapatkan akses.

    Konektivitas Jalan Jadi Prioritas

    Pembangunan infrastruktur juga tetap menjadi agenda utama. Dedi Mulyadi menekankan pentingnya konektivitas jalan yang terintegrasi mulai dari jalan nasional, jalan provinsi, jalan kabupaten hingga jalan desa.

    Menurutnya, konektivitas tidak hanya berkaitan dengan mobilitas masyarakat, tetapi juga menentukan akses terhadap berbagai pelayanan dasar.

    "Jalan yang terkoneksi dari jalan nasional, jalan provinsi, kabupaten sampai jalan desa, selesainya daerah-daerah terisolir," ujarnya.

    Dedi bahkan menegaskan pembangunan infrastruktur harus diarahkan untuk menghilangkan hambatan masyarakat dalam mendapatkan layanan pendidikan dan kesehatan.

    "Tidak boleh lagi ada daerah yang ke sekolahnya harus melewati sungai. Tidak boleh ada anak yang ditandu karena tidak ada akses ambulans yang masuk ke dalam," tegasnya.

    Rutilahu Juga Ditargetkan Tuntas

    Program perbaikan rumah tidak layak huni (rutilahu) juga masuk dalam daftar prioritas pembangunan Jawa Barat pada 2027.

    Dedi mengatakan penyelesaian rutilahu menjadi bagian dari upaya pemerintah meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekaligus mengurangi kesenjangan pelayanan dasar.

    "Kemudian rutilahu harus terselesaikan. Jadi aspek-aspek inilah yang menjadi fokus kita di 2027," pungkasnya.

    Melalui kesepakatan KUA-PPAS 2027, Pemprov Jawa Barat dan DPRD Jabar menempatkan pemerataan pembangunan serta pemenuhan layanan dasar sebagai arah utama kebijakan fiskal.

    Program pendidikan, elektrifikasi, konektivitas wilayah, hingga penyelesaian rutilahu diharapkan mampu memberikan manfaat langsung kepada masyarakat, terutama mereka yang tinggal di wilayah terpencil dan masih menghadapi keterbatasan akses layanan publik.

     

    Otoritas Jasa Keuangan
    Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

    Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus melakukan penertiban terhadap industri perbankan. Hingga akhir Juli 2026, regulator telah mencabut izin usaha 10 Bank Perekonomian Rakyat (BPR) dan Bank Perekonomian Rakyat Syariah (BPRS) di berbagai daerah di Indonesia.

    Terbaru, OJK mencabut izin usaha BPR Syariah Hasanah Mandiri yang berlokasi di Jalan Cinere Raya, Blok D/102-B, Cinere, Kota Depok, Jawa Barat. Pencabutan izin tersebut ditetapkan melalui Keputusan Anggota Dewan Komisioner OJK Nomor KEP-57/D.03/2026 tertanggal 16 Juli 2026.

    Sebelumnya, sepanjang Juli 2026 OJK juga telah menutup BPR Mataram Mitra Manunggal di Daerah Istimewa Yogyakarta dan BPR Dwicahya Nusaperkasa di Jawa Timur.

    Pada Juni 2026, giliran BPR Ceper Permata Artha di Klaten, Jawa Tengah yang kehilangan izin operasional. Sementara pada April 2026, OJK mencabut izin usaha BPR Sungai Rumbai di Sumatera Barat.

    Memasuki awal tahun, tepatnya Februari 2026, dua bank yang ditutup adalah BPR Kamandana di Bali dan Perumda BPR Cirebon di Jawa Barat. Sedangkan pada Januari 2026, regulator lebih dulu mencabut izin usaha BPR Prima Master Bank di Jawa Timur serta BPR Suliki Gunung Mas di Sumatera Barat.

    Dengan pencabutan izin tersebut, seluruh BPR dan BPRS wajib menghentikan kegiatan operasional serta menutup seluruh kantor mereka.

    OJK juga menegaskan bahwa direksi, dewan komisaris, maupun pemegang saham masing-masing bank tidak diperbolehkan melakukan tindakan hukum yang berkaitan dengan aset maupun kewajiban bank.

    "Kecuali dengan persetujuan tertulis dari Lembaga Penjamin Simpanan (LPS)," demikian keterangan OJK dalam pengumuman resminya.

    Dana Nasabah Tetap Dijamin

    Meski bank ditutup, masyarakat tidak perlu khawatir kehilangan simpanannya. Seluruh hak dan kewajiban bank terhadap nasabah akan ditangani oleh tim likuidasi Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

    LPS memastikan dana masyarakat yang memenuhi syarat penjaminan tetap aman dan akan dibayarkan sesuai ketentuan yang berlaku.

    Proses tersebut saat ini tengah berlangsung pada BPRS Hasanah Mandiri. Empat hari setelah izin usahanya dicabut, LPS langsung menetapkan pembayaran klaim tahap pertama.

    Sebanyak 1.516 rekening milik 1.353 nasabah telah dinyatakan layak dibayar dengan nilai total mencapai Rp 30,03 miliar.

    LPS menyebut proses rekonsiliasi dan verifikasi masih terus berjalan untuk memastikan seluruh data simpanan nasabah telah diverifikasi secara menyeluruh.

    "Proses rekonsiliasi dan verifikasi LPS atas BPRS Hasanah Mandiri terus berlangsung hingga seluruh rekening simpanan pada BPRS tersebut selesai diverifikasi," demikian keterangan resmi LPS.

    Sesuai aturan, proses verifikasi tersebut dapat berlangsung paling lama 90 hari kerja, atau hingga 20 November 2026.

    Cara Nasabah Mencairkan Dana

    Setelah proses verifikasi selesai, LPS akan mengumumkan daftar nasabah yang simpanannya dinyatakan layak dibayar melalui situs resmi lembaga tersebut.

    Nasabah yang namanya tercantum dalam daftar dapat mencairkan dana di bank pembayar yang telah ditunjuk oleh LPS.

    Saat melakukan pencairan, nasabah diwajibkan membawa sejumlah dokumen, seperti Kartu Tanda Penduduk (KTP), buku tabungan, maupun bilyet deposito bagi pemilik deposito.

    Dengan mekanisme tersebut, OJK dan LPS menegaskan bahwa penutupan BPR maupun BPRS tidak otomatis membuat dana masyarakat hilang. Selama simpanan memenuhi ketentuan program penjaminan, dana nasabah tetap akan dikembalikan melalui proses yang telah ditetapkan.

    ,

     

    Lulus S3 di Usia 27 Tahun, Yesita Vera Buktikan Mimpi Besar Butuh Perjuangan Panjang



    Yesita Vera Saraswati
    Yesita Vera Saraswati (Foto: Istimewa)

    Siapa bilang gelar doktor cuma bisa diraih di usia kepala empat? Yesita Vera Saraswati berhasil mematahkan anggapan itu. Perempuan asal Klaten, Jawa Tengah, ini resmi menyandang gelar doktor di usia 27 tahun 10 bulan. Namanya bahkan tercatat sebagai wisudawan termuda Program Doktor dalam Wisuda Pascasarjana Periode IV Universitas Gadjah Mada (UGM) yang digelar di Grha Sabha Pramana, Rabu (23/7).

    Perempuan yang akrab disapa Sita itu menyelesaikan Program Studi Doktor Ilmu Peternakan dengan predikat cumlaude dan nyaris sempurna. Ia mengantongi Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,99 setelah menjalani perjuangan selama 3 tahun 9 bulan 10 hari. Capaian tersebut terasa semakin spesial karena rata-rata usia lulusan doktor UGM pada periode yang sama mencapai lebih dari 42 tahun.

    Di balik senyum bahagianya saat wisuda, Sita mengaku perjalanan menuju gelar doktor bukan sesuatu yang mudah. Ada banyak momen penuh tekanan, rasa lelah, hingga keraguan yang harus ia hadapi selama menempuh studi.

    "Rasanya luar biasa. Ada perasaan lega ketika segala sesuatu yang dulunya terasa sangat berat akhirnya terbayar setelah lulus," ungkapnya.

    Menariknya, tantangan yang dihadapi Sita bukan hanya soal menyelesaikan disertasi. Selama penelitian, ia juga dipercaya memimpin tim besar yang terdiri dari sekitar 70 hingga 80 mahasiswa jenjang S1 dan S2 dari berbagai laboratorium.

    Bayangkan saja, di saat harus fokus menulis disertasi, ia juga bertanggung jawab mengatur jalannya penelitian, membagi tugas, hingga memastikan seluruh anggota tim bisa menyelesaikan target masing-masing. Pengalaman itu justru membentuk kemampuan manajemen dan kepemimpinannya.

    Kesempatan menempuh pendidikan doktor sendiri datang secara tak terduga. Saat pandemi Covid-19 melanda, Sita memutuskan mengikuti Program Pendidikan Magister menuju Doktor untuk Sarjana Unggul (PMDSU) di Fakultas Peternakan UGM. Keputusan tersebut menjadi titik awal perjalanan akademiknya hingga berhasil menyandang gelar doktor di usia muda.

    Dalam disertasinya yang berjudul Studi Karakteristik Eksterior dan Genetik Ayam Lokal dan Persilangannya, Sita meneliti pengembangan ayam lokal melalui proses persilangan dan seleksi genetik. Tujuannya bukan sekadar menghasilkan penelitian ilmiah, tetapi juga menciptakan galur ayam lokal baru yang lebih unggul dan mampu mendukung ketahanan pangan nasional.

    Penelitian tersebut membutuhkan proses yang sangat panjang. Bersama timnya, Sita harus mengawinkan ayam, memeliharanya hingga berusia sekitar 32 minggu, lalu kembali melakukan persilangan untuk menghasilkan generasi berikutnya. Seluruh proses itu dilakukan berulang kali hingga mencapai generasi kelima.

    Tak hanya berkutat di laboratorium, Sita juga aktif mengikuti organisasi kampus dan kegiatan seni budaya seperti karawitan. Baginya, menjaga keseimbangan antara akademik, organisasi, dan kehidupan sosial adalah kunci agar tetap sehat secara mental selama menjalani pendidikan.

    Kini, setelah resmi menyandang gelar doktor, Sita mantap menatap masa depan sebagai seorang akademisi. Impian menjadi dosen sebenarnya sudah tumbuh sejak duduk di bangku SMA, ketika ia gemar mengajari anak-anak di lingkungan rumahnya.

    Bagi Sita, gelar doktor bukanlah garis finis. Justru sebaliknya, pencapaian itu menjadi langkah awal untuk terus belajar, berkarya, dan memberikan manfaat bagi masyarakat melalui pendidikan serta penelitian. Kisahnya menjadi bukti bahwa usia muda bukan penghalang untuk meraih prestasi besar, selama ada kerja keras, konsistensi, dan keberanian untuk terus melangkah.

    ,

    Gubernur Bali  Apresiasi Gambar Kain Gringsing Bali pada Uang Kertas Baru Rp 75 Ribu



    Gubernur Bali menerima pecahan uang 75 ribu

    Peluncuran Uang Peringatan Kemerdekaan (UPK) atau Commemorative Money  dengan nominal Rp 75 ribu yang dilakukan oleh Menteri Keuangan, Sri Mulyani menjadi sebuah kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Bali. Hal itu terjadi karena di dalam uang yang hanya dicetak dalam jumlah 75 juta lembar ini menampilkan salah satu ikon budaya Bali, yaitu Kain Pegringsingan. Kain tenun tradisional Desa Tenganan Pegringsingan  Kabupaten Karangasem merupakan salah satu hasil produk tradisional masyarakat bali  sangat terkenal hingga ke mancanegara. Sebagian besar Wisatawan yang berkunjung ke Karangasem,  membeli kain tenun ini sebagai buah tangan atau oleh-oleh khas Bali. 

    Gubernur Bali, Wayan Koster sangat mengapresiasikan tercantumnya salah satu identitas budaya Bali tersebut.  Apresiasi dan ucapan terima kasih ini disampaikan Gubernur Koster pada acara Peresmian Pengeluaran Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Tahun Republik Indonesia yang dilakukan secara virtual melalui aplikasi zoom, pada Senin (17/8/2020). Di dalam kesempatan tersebut, Gubernur Bali, I Wayan Koster menerima secara langsung  Uang Peringatan Kemerdekaan (UPK)   dari Kepala KPw BI Bali, Trisno Nugroho di Rumah Jabatan Jayasabha sekaligus menjadi orang pertama di Bali yang menerimanya.

     “Hal Ini merupakan sebuah kehormatan dan kebanggaan bagi masyarakat Bali dari Pemerintah Pusat. Jadi pada kesempatan ini, saya ingin mengucapkan terima kasiih dan apresiasi kepada Menteri Keuangan dan Gubernur BI,” ucap Gubernur Bali.

    Gubernur Bali yang pernah menjadi anggota DPR RI 3 kali ini juga menyampaikan bahwa mata uang RI yang baru diluncurkan ini memiliki makna yang cukup mendalam.  Hal itu karena adanya gambaran tentang pencapaian bangsa kita selama 75 tahun kemerdekaannya, khususnya terkait dengan hasil-hasil pembangunannya. Pemilihan simbol-simbol pada mata uang ini yang mengedepankan Bhinneka Tunggal Ika sebagai falsafah pemersatu bangsa dengan menampilkan berbagai kesenian serta kebudayaan dari masing-masing daerah juga menjadi kebanggaan tersendiri dari mata uang baru tersebut. 

    “Kita sebagai bangsa Indonesia harus selalu ingat, Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika serta UUD 1945 sebagai ideologi negara. Karena hal tersebut adalah pemersatu kita,” imbuh Gubernur yang juga menjabat sebagai Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali ini.

    Dalam kesempatan tersebut, beliau juga menambahkan bahwa persatuan Indonesia merupakan modal politik bagi Indonesia sebagai bangsa yang besar dan menjadi negara maju dan berdaulat sesuai cita-cita Bapak Pendiri Bangsa Ir. Soekarno.  

    ,

    Poster Karya Dua Dosen ISI Surakarta di Pamerkan di Catalunya Spanyol


    Kabar baik datang dari ISI Surakarta. Dua orang dosennya, Rendya Adi Kurniawan, S,Sn., M.Sn dan Basnendar Herry Prilosadoso, S,Sn., M.Ds mendapatkan undangan untuk memamerkan poster hasil karya mereka dalam pameran The International Poster Project “From the Trenches, One Day Less, One More Design” . Pameran yang rutin dilaksanakan tiap tahun, sudah diselenggarakan di Catalunya Spanyol dari 9 April sampai 20 Juni 2020 dengan mengusung tema menyikapi kondisi dunia yang sedang mengalami wabah pandemi berupa virus Covid-19. Rendya Adi Kurniawan, S,Sn., M.Sn dan Basnendar Herry Prilosadoso, S,Sn., M.Ds yang merupakan dosen rodi DKV FSRD akan mengirimkan karya desain poster mereka dengan judul "Be Positive Stay Positive" dan “Pandemic, We Are Not Panic”. 

    Be Positive Stay Positive karya Rendya Adi Kurniawan mengandung pesan agar masyarakat senantiasa bersikap positif dan selalu membawa dampak positif bagi sekitarnya. Melalui utak-atiknya menggunakan program adobe photoshop, Rendya dengan mengolah secara visual makanan yang dibuat seakan-akan menjadi semacam virus. Setelah audiens melihat, akan diketahui respon dan reaksinya,  apakah bersikap secara negatif atau positif.

    Hasil karya Basnendar yang dibuat dengan software berbasis vektor memiliki judul Pandemic, We Are Not Panic yang mengandung makna bahwa pandemi Covid-19 yang melanda hampir seluruh dunia akan menjadikan manusia bisa lebih beradaptasi dengan mudah dalam berbagai cara. Ha itu juga untuk mengingatkan bahwa setiap manusia di bumi ini diberi alasan untuk menghadapi masalah.

    Prestasi dua dosen tersebut, selain membanggakan Prodi DKV FSRD ISI Surakarta, juga masyarakat Indonesia pada umumnya. Kaprodi DKV FSRD ISI Surakarta, Asmoro Nurhadi Panindias, S.Sn., M.Sn mengatakan bahwa ISI Surakarta turut bangga dengan majunya kedua dosen mereka ke ajang pameran internasional tersebut. Selain itu, dia juga berharap agar keikutsertaan mereka dalam kedua event ini bisa dijadikan sebagai jejaring dan promosi bagi universitas untuk menjalin kerjasama dengan universitas lainnya khususnya yang berasal dari luar negeri.  Adapun  keuntungan yalinnya yaitu dengan sering mengikuti event internasional akan dapat mengasah kompetensi dan kreativitas, serta mengikuti perkembangan desain poster di tingkat global. Yang selanjutnya bisa ditularkan pada mahasiswa  yang diajarnya agar lebih berprestasi lagi.  

    , , ,

    Pusat Kulakan HP Pasar Prambanan
    WaBup Sleman Resmikan Pusat Kulakan HP  (Foto: Pemkab Sleman)

    Dalam rangka melakukan revitalisasi pasar tradisional, Pemerintah Kabupaten Sleman menggelar berbagai rangkaian kegiatan yang melibatkan banyak pihak. Salah satu event yang digelar adalah Event Gelegar Pasar Prambanan 2019 yang dimulai  dari tanggal 6 Desember 2019 hingga tanggal 22 Desember 2019. Agar rangkaian event tersebut dapat dilaksanakan dengan meriah, diadakan berbagai macam kegiatan seperti Lomba Mewarnai Tingkat TK, Lomba Fashion, Lomba Mobile Legend, Lomba Masak serta beberapa acara hiburan lainnya.

    Untuk mengawali event tersebut, Wakil Bupati Sleman Sri Muslimatun meresmikan Pusat Kulakan Handphone dan Elektronik di Pasar Prambanan  Jumat (6/12).  Peresmian dilakukan secara secara Simbolis dengan memotong pita di pintu masuk Area Pusat Kulakan Handphone dan Elektronik dilanjutkan dengan peninjauan ke kios-kios tempat penjualan HP oleh 

    Dengan adanya peresmian  Pusat Kulakan Handphone dan Elektronik yang juga dihadiri oleh Komisi B dan Komisi C DPRD Kabupaten Sleman serta Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Sleman tersebut  Ketua Kadin Sleman dan tamu undangan lainnya, diharapkan bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar. 

    Selain itu, Pusat Kulakan Handphone dan Elektronik Pasar Prambanan bisa dijadikan sebagai icon yang mampu menarik minat Wisatawan terutama masyarakat yang berada di Wilayah Timur Sleman dan sekitarnya. Untuk kedepannya, pusat kulakan yang mampu menampung 170 pedagang ini juga akan menjual Komputer dan barang Elektronik lain sebagainya.

    Ketika memberikan sambutan, Wakil Bupati Sleman, Sri Muslimatun mengatakan bahwa dengan keberadaan Pusat Kulakan Handphone dan Elektronik Prambanan ini akan meningkatkan daya tarik pasar Prambanan sehingga akan mampu manrik masyarakat dari  Sleman Timur, Sekitaran Klaten, Piyungan. Biasanya masyarakat dari daerah-daerah tersebut harus pergi ke Kota yogyakarta ketika ingin membeli handphone, komputer, laptop atau peralatan elektronik yang lain. 

    Mengingat keberadaan  Pasar Prambanan yang cukup strategis karena dekat dengan obyek wisata Candi Prambanan dan berada di jalur Koridor Ekonomi Jawa bagian selatan, maka diharapkan banyak masyarakat yang datang untuk bertransaksi di sana. Agar pengunjung tertarik untuk datang, Pengelola dan para Pedagang harus dapat bersinergi dengan melakukan berbagai kegiatan atau aktivitas yang bisa menarik minat para pengunjung.

    ,

    Kabupaten Penajam Paser Utara siap Cetak Lima Desa Mandiri


    Kantor Bupati Penajam Paser Utara
    Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara

    Sebagai kawasan yang akan direncanakan sebagai lokasi Ibukota negara Republik Indonesia, Kabupaten Penajam Paser Utara terus berbenah. Pembangunan daerah pedesaan menjadi salah satu program unggulan yang terus digalakkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.  Salah satu program yang direncanakan kabupaten ini yaitu ingin mewujudkan adanya 5 desa mandiri sebagai upaya untuk meningkatkan potensi ekonomi daerah.

    Untuk menentukan suatu desa apakan termasuk desa mandiri atau bukan, dibuat sistem penilaian yang dilakukan per tahun oleh Kementerian Desa melalui regulasi yang dikeluarkan yakni Permendesa Nomor 2 Tahun 2016 tentang Indeks Desa Membangun (IDM). Awalnya, tujuannya penetapan IDM adalah dalam rangka lakukan evaluasi hasil capaian dari Dana Desa.

    Percepatan pembangunan desa untuk mewujudkan desa mandiri, dilakukan oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Kabupaten Penajam Paser Utara bekerjasama dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lain yang ada di kabupaten tersebut. 

    Pembangunan desa mandiri  dilakukan untuk meningkatkan pendapatan desa sesuai kebutuhan dan potensi yang dimiliki masing-masing desa. Pembangunan dan pengelolaan potensi desa akan dilakukan oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) yang bertanggung jawab kepada pemerintah desa. Dalam UU No 6 Tahun 2014 tentang Desa, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) adalah badan usaha yang secara keseluruhan atau sebagian besar modalnya dimiliki oleh desa melalui penyertaan secara langsung yang berasal dari kekayaan desa yang dipisahkan guna mengelola aset, jasa pelayanan, dan usaha lainnya sebesar-besarnya untuk kesejahteraan masyarakat desa. BUMDes tersebut ada untuk meningkatkan pendapatan dan desa sesuai dengan kebutuhan dan potensi yang dimiliki desa

    Sebagaimana diketahui, saat ini Kabupaten Penajam Paser Utara merupakan satu-satunya kabupaten di Provinsi Kalimantan Timur yang sudah tidak memiliki desa tertinggal. Sebelumnya di kabupaten yang banyak diperbincangkan karena ditetapkan sebagai  salah satu Ibu Kota Negara ini terdapat dua desa yang masih berstatus desa tertinggal, yakni Desa Karang Jinawi di Kecamatan Sepaku dan Desa Bukit Subur di Kecamatan Penajam.  Akan tetapi seiring dengan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat yang terus dilakukan, kedua desa tersebut sudah berubah status menjadi desa berkembang sesuai dengan indikator yang ada Indeks Desa Membangun (IDM).

    ,

    Kolam Susu : 
    Program Pemkab Wonosobo atasi Masalah Air Minum dan Sanitasi
     
    Kabupaten Wonosobo, merupakan salah satu kabupaten di Jawa Tengah yang masih memiliki permasalahan terkait penyediaan air minum dan sanitasi sehat. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, Pemerintah Kabupaten yang diwakili oleh Dinas PUPR Kabupaten Wonosobo menyelenggarakan  mini ekspo dan seminar bertema “Kolaborasi Sanitasi Merawat Negeri”. Kegiatan yang dilaksanakan di Gedung Sasana Adipura Kencana ini diikuti oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, perwakilan dari semua SKPD di Kabupaten Wonosobo, Kodim 707 Wonosobo, Polres Wonosobo, PKK, BUMD, perwakilan organisasi wanita, KNPI, GP Ansor, Pemuda Muhammadiyah, Camat serta Kepala Desa/ lurah se-Kabupaten Wonosobo.  
     
    Pembicara yang dihadirkan dalam seminar Kolaborasi Sanitasi Merawat Negeri tersebut antara lain Kementrian PUPR, Kepala DPUPR Wonosobo Widi Purwanto dan Agus Prasetyo (Bank Indonesia Semarang). Dalam kegiatan ini juga diselenggarakan lelang program yang berkaitan dengan sanitasi, dimana dalam tahun 2020 Pemerintah Kabupaten mentargetkan pembangunan sarana sanitasi sejumlah 15.000 sambungan rumah. 

    Untuk mempercepat pencapaian target tersebut, dibentuk juga Satgas Sanitasi tingkat Kabupaten yang diketuai oleh Dandim 0707 Letkol Czi Wiwid Wahyu Hidayat dan beranggotakan dari OPD, PKK, BUMD, perwakilan organisasi wanita, KNPI dan GP Ansor Wonosobo. Wakil Bupati Wonosobo, Agus Subagiyo ketika mengukuhkan satgas ini mengatakan bahwa, Satgas Sanitasi bertugas menyusun program percepatan peningkatan akses sanitasi, melakukan advokasi dan kampanye percepatan peningkatan akses sanitasi, melakukan edukasi dan sosialisasi pola hidup bersih dan sehat.

    Launching  Aplikasi “Sobo Kolam Susu”

    Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati Wonosobo, Agus Subagiyo atas nama Pemerintah Kabupaten Wonosobo melaunching Aplikasi Sobo Kolam Susu yaitu yakni aplikasi aplikasi berbasis web dan android yang digunakan untuk melakukan pendataan pelaporan dan kolaborasi dalam rangka percepatan pencapaian pelayanan sanitasi dan air bersih. 

    Aplikasi Sobo Kolam Susu Versi 1, berorientasi pada pendataan. Bisa diakses secara penuh oleh pengguna dengan hak akses tertentu. Fitur ‘Sobo Kolam Susu’ antara lain berisi data aksi, data air limbah, data air minum, laporan dan peta. Data aksi berisi form data entry berbasis no KK yang terintegrasi dengan data kependudukan Disdukcapil. Sementara data air limbah dan data air minum, berisi form data entry pendataan layanan sanitasi dan air minum berbasis data aksi dan geolocation.


    ,


    Akhirnya Presiden Joko Widodo Umumkan Lokasi Ibu Kota Negara yang Baru


    Pengumunan Pemindahan Ibukota (Foto: Kompas)
    Sebuah peristiwa besar di era pemerintahan Presiden Jokowi terjadi hari ini. Akhirnya beliau menyampaikan pemindahan Ibu kota Negara yang akan dilakukan dengan segera. Adapun lokasi baru  tersebut adalah  sebagian wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara dan sebagian di wilayah Kabupaten Kutai Kartanegara Kalimantan Timur. 

    Dalam jumpa pers yang  juga dihadiri oleh Wakil  Presiden  Jusuf  Kalla, Menteri Dalam Negeri  Tjahjo Kumolo, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Sofyan Djalil, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya, Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, dan Gubernur Kalimantan  Timur Isran Noor di di Istana Negara, Jakarta tersebut, Presiden Jokowi menyampaikan akan segera menyurati Dewan Perwakilan Rakyat untuk meminta persetujuan. 

    "Saya paham pemindahan ibu kota termasuk lokasi, butuh persetujuan DPR. Tadi pagi saya sudah kirim surat ke ketua DPR dan dilampiri hasil kajian mengenai calon ibu kota baru," kata Jokowi, Jakarta, Senin (26/8).

    Jokowi mengatakan, terkait aturan pemindahan ibu kota baru ini, pemerintah juga sedang menyiapkan rancangan undang-undang. Pemindahan  ibu kota dilakukan karena terlalu beratnya beban dari Jakarta dan juga Pulau Jawa yang menjadi tujuan utama penduduk indonesia untuk mencari nafkah. Dalam pengertian lain, daya dukung dan daya tampung Kota Jakarta terhadap penambahan jumlah penduduk sudah tidak idea lagi. Banyak permasalahan timbul seperti munculnya lingkungan permukiman padat, kumuh dan miskin, kemacetan yang merajalela serta polusi udara yang cukup parah. 

    Pemindahan ibu kota tersebut bukan dilakukan tanpa melalui kajian. Bappenas sebagai badan yang menangani perencanaan  pembangunan tingkat nasional sudah melakukan berbagai kajian, termasuk kajian teknis, lingkungan, sosial, budaya, ekonomi,  kebencanaan, pertahanan keamanan, dan lain sebagainya. Dari hasil kajian tersebut dapat diketahui jika kawasan terpilih merupakan lokasi yang paling sedikit memiliki kerentanan dan kerawanan bencana, terletak di tengah-tengah wilayah Negara Republik Indonesia, tersedianya lahan milik negara yang cukup besar dan lain sebagainya. 

    Dan sampai dengan saat ini, proses pemindahan ibu kota negara Indonesia sudah mulai dilakukan dengan adanya kajian-kajian yang lebih detail serta melakukan proses politik terhadap anggota DPR dan penyiapan penganggaran.

    ,

    106 Tukang di Temanggung Ikuti uji Kompetensi Tenaga Kerja Konstruksi



    Sertifikasi Tukang Kotaku Temanggung
    Temanggung-Sebanyak 106 tenaga kerja konstruksi mendapatkan kesempatan umtuk mengikuti uji kompetensi demi mendapatkan sertifikasi keahlian tukang batu yang bertempat di Desa Gilingsari Temanggung Kamis (25/7). Kegiatan yang diselenggarakan oleh Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) Kementrian PU PR tersebut dilaksanakan dengan menggandeng Balai Jasa Konstruksi Wilayah IV Surabaya dan Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK) Provinsi Jawa Tengah. 

    “Jadi, semua peserta tersebut merupakan tenaga kerja konstruksi yang nantinya akan mengerjakan  pekerjaan infrastruktur berbasis masyarakat Kotaku (Kota Tanpa Kumuh) di Kabupaten Temanggung dan Kabupaten Wonosobo.” Ungkap Setya Panca selaku panitia pelaksana kegiatan. 

    Pembekalan dan Uji kompetensi Tenaga Kerja Konstruksi tersebut sebenarnya merupakan salah satu rangkaian dari kegiatan Penguatan Kapasitas Masyarakat yang dilaksanakan oleh Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) di desa dan kelurahan pelaksana Program Kotaku. Dengan adanya pembekalan dan sertifikasi tersebut, diharapkan muncul tenaga konstruksi (tukang) yang profesional sehingga bisa membuat bangunan konstruksi yang berkualitas baik.

    Ketika mengikuti Pembekalan dan Uji kompetensi Tenaga Kerja Konstruksi di Kabupaten Temanggung, para peserta diharuskan mengikuti pembekalan yang dilaksanakan di Aula Balai Desa Gilingsari yang dilanjutkan dengan wawancara dan praktik lapangan.  Dengan mendapatkan sertifikat keterampilan, diharapkan para peserta pelatihan bisa bersaing dengan tenaga kerja konstruksi lainnya di kancah nasional maupun internasional.

    , , , , ,

    Banaran Cafe and Co Working Space, 
    Kafe Plat merah di Semarang Atas


    Inovasi merupakan salah satu hal yang digaung-gaungkan BUMN dalam mensikapi perkembangan jaman. Salah satu bentuk inovasi yang mereka lakukan yaitu dengan membentuk unit-unit bisnis baru yang kekinian guna meningkatkan pendapatan.  Salah satu BUMN yang mencoba peruntungan di bisnis mikro adalah PT PTPN IX yang berada di Jawa Tengah. 

    Perusahaan Plat merah yang memuliki usaha utama di bidang perkebunan dengan hasil utama kopi,  teh dan karet ini berusaha memanfaatkan trend yang sedang berkembang saat ini yaitu budaya nongkrong sambil ngopi. Untuk itu perusahaan perkebunan nasional tersebut endirikan salah satu bisnis yang hilir dengan membuka kafe. Sebelumnya memang PTPN IX sudah memiliki beberapa kafe yang cukup terkenal yaitu Banaran Cafe yang berada di Bawen dan Jambu.  Di kota Semarang sendiri, perusahaan ini mencoba untuk memanfaatkan aset rumah dinas milik PTPN IX yang berada di daerah Bukit Sari, Gombel yang memiliki view cukup bagus.  Banaran Cafe and Co Working Space  menjadi pilihan nama kafe yang baru tersebut.

    Launching Banaran Cafe and Co Working Space sendiri dilaksanakan pada hari selasa 16 April 2019 yang dihadiri oleh para pejabat BUMN tersebut.  Dalam sambutannya, Direktur Operasional Tanaman Tahunan PTPN IX, Mahmudi, menjelaskan bahwa pembukaan kafe baru ini untuk memperkuat program hilirisasi kopi dan teh yang dihasilkan PTPN IX. Konsep kafe baru di kawasan atas Kota Semarang ini berbeda dengan kafe-kafe lain yang  sudah ada sebelumnya. 

    Bedanya dengan kafe-kafe lain yang dimiliki PTPN IX, Banaran Cafe and Co Working Space khusus menyediakan minuman kopi dan teh dengan berbagai model penyajian. Makanan yang disajikan pun tidak terlalu banyak.

    "Tak hanya kopi dan teh yang berkualitas saja. Kami juga menjamin penyajian yang tepat supaya citarasa dari setiap kopi dan teh yang kami miliki melekat di lidah," tuturnya.

    Banaran Cafe and Co Working Space berada di Jalan Bukit Kopi no 9, Ngesrep, Banyumanik, Kota Semarang ini, yang sebelumnya merupakan rumah dinas dari pegawai PTPN IX.  Letaknya yang jauh dari jalan raya  membuat suasana Banaran Cafe and Co Working Space nyaman untuk ngumpul bareng tean atau kolega. Apalagi letaknya berada di lingkungan kampus seperti Undip, Polines, dan perguruan tinggi lainnya. Di tempat tersebut  juga disediakan co working space yang bisa dimanfaatkan untuk pertemuan komunitas, rapat maupun arisan.

    Salah satu menu yang jadi andalan di kafe tersebut adalah Robusta Coffe.  Kopi  tersebut bisa disajikan dengan cara tubruk, manual brew, dan mesin dengan harga harga mulai dari Rp 6.000 hingga Rp 28.500. Bagi pecinta teh, kafe tersebut juga menyajikan aneka rasa teh seperti teh latte, maupun flavor tea.

    ,

    Film Pendek Garapan Kompas.com Berhasil Raih Asian Digital Media Award


    Fatimah Kartini Bohang mewakili Kompas.com menerima penghargaan untuk Film "Bersama Lebih Lama" (Foto: www.kompas.com)
     
    Kompas.com berhasil meraih "Asian Digital Media Awards", yaitu penghargaan internasional bergengsi dari asosiasi media dunia, WAN-IFRA melalui film pendek hasil produksi mereka yang berjudul “Bersama Lebih Lama”. 

    Berdasarkan hasil pengumuman yang disampaikan dalam malam penganugerahan, karya tersebut menjadi salah satu produk terbaik dalam kategori "Best Branded Content Project" alias proyek konten yang bekerja sama dengan brand. Jurnalis Kompas.com, Fatimah Kartini Bohang didaulat untuk mewakili perusahaannya ketika menerima penghargaan berupa Penghargaan Perunggu (Bronze Award) di Mira Hotel Hongkong, Kamis (8/11/2018) malam. 

    Perempuan yang akrab dipanggil Tini ini juga merupakan produser sekaligus menjadi pemeran dalam film pendek "Bersama Lebih Lama". "Bersama Lebih Lama" merupakan proyek kolaborasi Kompas.com dengan vendor smartphone Samsung. Digarap awal tahun ini, film pendek tersebut menceritakan perjuangan dua sejoli yang menjalin hubungan jarak jauh (LDR) antara Jakarta dan Paris. Dinamika hubungan mereka kemudian diuji, tetapi sedikit banyak terbantu oleh inovasi teknologi pada Samsung Galaxy S9. Jika Anda belum sempat menyaksikan film pendek ini, bisa ditengok di channel YouTube KompasTekno.

    Selain "Bersama Lebih Lama", ada dua nominasi untuk kategori "Best Branded Content Project" di Asian Digital Award tahun ini. Keduanya sama-sama berasal dari Singapura, yaitu Star Media dengan produk "#StandTogether" dan "Our Precious Water" rancangan Singapore Press Holding. Harian Kompas pun diganjar dua penghargaan, yakni Bronze untuk kategori "Best News Website or Mobile Service" dan Gold untuk "Best Reader Revenue Initiative".

    Sumber: Kompas.com

    ,

    Ratusan Tukang di eks-Karesidenan Pati Ikuti Uji Sertifikasi Tenaga Kerja Konstruksi

    Peserta Sertifikasi Tukang mengikuti tes wawancara (foto: www.murianews.com)


    Ratusan warga difasilitasi mengikuti uji sertifikasi tenaga kerja kontruksi melalui program berbasis masyarakat. Kegiatan yang dipusatkan di Balai Desa Margomulyo, Kecamatan Tayu tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan kegiatan Program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU).

    Senior Fasilitator KOTAKU Kabupaten Pati Nirwan mengatakan, pelaksanaan uji sertifikasi tersebut diikuti sebanyak 186 peserta dari lima kabupaten di eks-Karesidenan Pati. Yakni, dari Kabupaten Jepara, Kabupaten Blora, Kabupaten Rembang, Kabupaten Kudus dan dan Kabupaten Pati sendiri.

    “Peserta uji sertifikasi ini adalah tukang bangunan. Di mana, pesertanya diambil dari desa-desa yang termasuk dalam Program KOTAKU di masing-masing kabupaten tersebut,” ujarnya.

    Dirinya menyatakan, pelaksanaan uji sertifikasi tersebut, Program KOTAKU bekerja sama dengan Balai Jasa Kontruksi Wilayah IV Surabaya dan Lembaga Pengembangan Jasa Kontruksi (LPJK) Jawa Tengah.

    Dengan adanya uji sertifikasi tersebut, pihaknya berharap, nantinya tenaga terampil termasuk di antaranya adalah tukang bangunan bisa mendapatkan sertifikat kompetensi. Hal itu saat ini diperlukan, sebagai amanat undang-undang.

    Pihaknya menyampaikan, pelaksanaan uji sertifikasi tersebut sengaja digelar di Desa Margomulyo. Sebab, di tempat tersebut saat ini sedang ada pembangunan rabat beton dan saluran. Sehingga, hal itu memudahkan bagi peserta untuk ujian praktik.

    Sementara itu, Nurin Pramadini, Staf Seksi Penyelenggaraan dan Pengendalian Mutu pada Balai Jasa Kontruksi Wilayah IV Surabaya mengatakan, uji sertifikasi tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan amanat UU Nomor 2 tahun 2017 tentang Jasa Kontruksti yang menyebutkan jika pekerja kontruksi harus memiliki sertifikat.

    “Ini bagian dari implementasi undang-undang tersebut. Dalam hal ini kita kerja sama dengan KOTAKU dan LPJK Jateng. Dalam pelaksanaan uji sertifikasi ini ada proses assesmentnya berupa wawancara dan uji praktik,” ungkapnya.

    Sukardi, Asesor dari  Politeknik Negeri Semarang menyampaikan, jika pihaknya ditugasi dari pihak LPJK Jateng untuk mengassesment peserta. Beberapa poin yang perhatian adalah terkait dengan pengetahuan peserta, skil dan atitude.

    “Ketiga hal tersebut menjadi penilaian. Yakni, bagaimana peserta memiliki pengetahuan terkait dengan bidangnya, memiliki skill, yakni terampil sesuai prosedur. Misalkan dalam hal pemasangan bata atau batu yang benar, dan teknik lainnya. Kemudian, ada pula attitude. yakni peserta tahu bagaimana cara bekerja, misalkan dalam hal keselamatan kerja,” tutupnya

    Sumber: www.murianews.com

    ,

    Djarum Foundation Berhasil  Tanam Trembesi 
    di Sepanjang Jalan Joglosemar



    Djarum Trees for Life (DTFL) Menanam Trembesi 261 KM Joglosemar (Foto: www.jateng.tribunnews.com)

    Djarum Foundation, sebuah lembaga nirlaba yang dimiliki oleh perusahaan rokok terbesar di Indonesia akhirnya berhasil menyelesaikan misinya, yaitu melakukan penanaman pohon trembesi di seluruh jalur Yogyakarta, Solo, dan Semarang. Penanaman pohon tersebut dilakukan di sepanjang jalur jalan yang menghubungkan ketiga kota tersebut dengan panjang keseluruhan  261 km. 

    Program yang bernama “Djarum Trees for Life (DTFL) Menanam Trembesi 261 KM Joglosemar” ini berlangsung sejak pertengahan tahun 2016 dengan titik pertama di Areal Candi Prambanan, Yogyakarta dan berhasil diselesaikan pada hari Rabu (9/5/2018) dengan mengambil Kota Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang sebagai titik akhirnya. Dan sebagai penanda diselesaikannya program itu, dilakukan kegiatanseremonial meriah di Lapangan Jenderal Sudirman, Ambarawa.

    Menanam Trembesi 261 KM Joglosemar digagas Djarum Foundation dalam upaya menghijaukan kondisi jalur jalan di Jawa Tengah. Area yang ditanami meliputi Kecamatan Bawen, Jalur Lingkar Ambarawa-Magelang, Jalur Lingkar Yogyakarta-Solo, Boyolali, hingga Salatiga.

    Di titik terakhir program ini, telah berhasil tertanam sebanyak 10.576 pohon trembesi di seluruh jalur Joglosemar. Penanaman pohon tersebut melebihi target awal yang dicanangkan yaitu sebanyak 10 ribu pohon trembesi.

    Vice President Director Djarum Foundation, FX Supanji mengatakan program penamanan trembesi 261 KM Jogiosemar merupakan inisiasi dari Djarum Foundation yang bertujuan untuk memperbaiki lingkungan dan kualitas udara untuk masa depan yang lebih baik.

    “Program ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian, tanggung jawab, serta komitmen Djarum Foundation terhadap Iingkungan guna mengurangi efek pemanasan global dan menciptakan Iingkungan yang bersahabat bagi Indonesia di masa depan," ujar FX Supanji, usai acara seremoni.

    Seremoni penanaman ini juga dihadiri oleh beberapa tokoh Pemerintah Kabupaten Semarang dan Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Pemali. Hadir juga grup band RAN yang didapuk sebagai Duta Penghijauan Bakti Lingkungan Djarum Foundation. RAN yang terdiri dari Rayi, Asta, dan Nino ini ikut serta menanam pepohonan di area Danau Rawa Pening, Ambarawa.

    Tidak hanya melakukan penanaman phon trembesi, program Djarum Trees For Life juga berkomitmen melakukan perawatan secara menyeluruh selama tiga tahun untuk semua pohon yang ditanam. Perawatan ini meliputi: penyiraman, pemupukan, pemangkasan, hingga penggantian bila ada pohon yang rusak atau mati.

    “Kami sadar bahwa untuk mewujudkan Iingkungan yang hijau, dibutuhkan upaya bersama-sama dari seluruh elemen masyarakat," ujar FX Supandji.

    Oleh karena itu, dalam seremoni, hadir juga para perangkat desa yang berasal dari 19 Kecamatan di Kabupaten Semarang yang diharapkan dapat menggerakkan seluruh warga masyarakat untuk ikut serta melakukan penghijauan secara mandiri di lingkungannya masing-masing.

    Djarum Foundation memberikan bantuan 1.900 bibit pohon kepada perwakilan dari 19 kecamatann. Bibit pohon yang dibagikan terdiri atas 950 bibit pohon trembesi, 475 bibit pohon durian, dan 475 bibit pohon alpukat. Diserahkan pula bantuan berupa alat tanam juga diberikan sebanyak 190 buah cangkul dan sekop.

    Wakil Bupati Semarang, Ngesti Nugroho menyambut baik gerakan penghijauan yang digagas Djarum Foundation. Menurutnya, penghijauan tidak hanya memberi dampak positif terhadap Iingkungan yang lebih sehat, namun juga diharapkan punya peran dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat.

    “Manfaat yang diharapkan tidak hanya untuk kita saja, namun juga menjadi warisan untuk anak-cucu kita di masa mendatang. Maka dibutuhkan peran serta dari kita semua untuk menjaga dan melestarikan lingkungan hidup, ” ujar Ngesti dalam sambutannya.


    Sumber: www.jateng.tribunnews.com

    ,

    Sah... Caesar YKS akhirnya Menikah Lagi


    Ijab Kabul Caisar dengan Alamaratu
    Setelah lumayan lama menyandang status duda, akhirnya selebritis goyang Indonesia, Caisar Aditya Putra eks 'Yuk Keep Smile' menikah lagi dengan Almaratu Intan di kediaman sang mempelai wanita di kawasan Bogor sabtu (30/6/2018).  

    Sebelum melafalkan janji suci di hadapan penghulu dan orang tua Almaratu, Caisar  yang mengenakan kemeja putih dibalut dengan jas berwarna abu-abu tampak gugup dan tegang.  Namun akhirnya Si Raja Joget  Caisar mampu melafalkan akad nikahnya dengan lancar dalam satu tarikan nafas.

    Sebelum melangsungkan pernihakan, Caisar sempat membuat Insta Stories dan meminta doa agar dilancarkan dalam ijab kabul. Ia juga bertanya apakah dirinya sudah ganteng atau belum. 

    Alamaratu Intan sendiri yang tercatat memilini nama asli Intan Sri Mardiani binti Sunardi ternyata juga memiliki status janda dan merupakan mantan karyawan Indadari di butiknya. Ia juga pemegang admin media sosial butik. Tapi sejak 16 Februari 2018, wanita berhijab itu sudah tak lagi bekerja di sana. Jadi bisa dikatakan bukan orang jauh bagi keluarga besar artis yang besar melalui acara Yuk Kita Smile tersebut. 

    Pernikahan ini merupakan pernikahan kedua bagi pria yang memiliki slogan 'Keep Smile' itu. sebelumnya, Caisar resmi bercerai dengan Indadari pada 16 Januari 2018 di Pengadilan Agama Depok, dimana dari pernikahan tersebut, mereka dikaruniai satu orang anak. Dan mantan istri Caesar tersebut diketahui juga sudah melangsungkan pernikahannya kembali dengan seorang penulis Indonesia yang tinggal di Singapura.

    ,

    Bupati Kendal Bantu Perbaiki Rumah Terdampak Banjir



    Bupati Kendal Bantu Perbaiki Rumah Terdampak Banjir
    Bupati Kendal (www.kendalkab.go.id)
     Bupati Kendal dr. Mirna Anissa,MSi, Selasa (5/6/2018) di Balai Desa Protomulyo Kecamatan Kaliwungu Selatan, memberikan bantuan untuk perbaikan rumah bagi korban terdampak banjir bandang pada Februari 2018 lalu.

    Sebanyak 163 warga di Desa Magelung dan 265 warga dari Desa Protomulyo  menerima bantuan masing-masing desa sebesar Rp. 203.950.000,- dan Rp. 278.205.000,- untuk memperbaiiki rumah dari pemerintah Kabupaten Kendal.

    Bupati Kendal dalam sambutannya mengungkapkan rasa empatinya pada warga masyarakat yang terganggu kehidupan sehari - harinya lantaran terkena banjir bandang beberapa waktu lalu tersebut.

    "Untuk itu saya menyerahkan bantuan ini pada Bapak - bapak dan Ibu - ibu untuk meringankan beban hidup sehari - hari. Saya berharap bantuan yang tidak besar ini bisa dimanfaatkan dengan sebaik - baiknya," kata Bupati Mirna.

    Dengan kejadian banjir tersebut, Bupati berharap agar semua pihak baik itu jajaran Pemkab maupun masyarakat di kabupaten kendal lebih peka terhadap alam dan ikut memelihara dan menjaga alam.

    "Marilah kita seoptimal mungkin menjaga alam di Kabupaten kendal dengan sebaik - baiknya. Sehingga bencana alam seperti banjir tidak akan terulang lagi," tandasnya.

    Sementara, pada jajaran Forkopimda dan para camat dan kepala desa dimimnta Bupati Mirna untuk mempriritaskan upaya pembagunan pada daerah paska bencana alam khususnya di Kaliwungu Selatan ini. "Perlu adanya normalisasi saluran irigasi di kaliwungu dan kaliwungu Selatan," kata Mirna (www.kendalkab.go.id)

    ,

     Peringatan Nuzulul Qur'an di Masjid Al Aqsa Klaten



    Nuzulul Qur'an di Masjid Al Aqsa Klaten (www.klatenkab.go.id)
     Kemenag Klaten dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten dan Takmir Masjid Agung Al Aqsha Klaten, menggelar pengajian malam Nuzulul Qur’an di Masjid Agung Al Aqsha Klaten, dihadiri dari masyarakat setempat hingga ASN dan kepala organisasi perangkat daerah (OPD) di Pemkab Klaten, Kamis (31/5).

    Kepala Kantor Kementerian  Agama (Kemenag) Kabupaten Klaten Masmin Afif mengatakan, pengajian dalam rangka peringatan malam Nuzulul Quran merupakan sinergi bersama Kemenag, Pemkab Klaten dan program kerja Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Klaten, bertujuan untuk amaliah bulan Ramadan dan meningkatkan iman dan taqwa kepada Allah SWT dibulan suci yang penuh berkah dan ampunan.

    "Selain itu untuk mengenang kembali peristiwa pertama kali turunnya wahyu Al Quran kepada Nabi Muhammad SAW dan menggemakan kembali keluarga muslim di Klaten untuk senantiasa belajar membaca dan mengamalkan Al Quran," tandas Masmin.

    Malam Nuzulul Qur'an momen paling ditunggu-tunggu, berlomba-lomba untuk melipat gandakan amal dan pahala dengan memperkuat ibadah. Untuk mendapatkan kekhusyukan, ibadah biasa dilakukan pada malam hingga dini hari.

    Selanjutnya Bupati Klaten, Sri Mulyani dalam sambutannya mengatakan, bulan Ramadan adalah bulan turunnya Al Quran dan sebagai awal diangkatnya Nabi Muhammad SAW sebagai Rosululah. Agar umat Islam senantiasa dapat memaknai mukjizat Al Quran sebagai petunjuk umat manusia baik dalam keluarga, masyarakat dan pemerintah.

    Bupati Klaten mengajak umat Islam untuk meningkatkan iman, ilmu dan amal sebagai wujud implementasi dari makna bulan Ramadan, serta senantiasa menjaga kedamaian dan kebersamaan agar masyarakat Klaten dapat hidup sejahtera lahir dan batin.

    Sementara itu, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Klaten, Syamsuddin Asyrofi menambahkan, bulan Ramadhan merupakan salah satu bulan yang memiliki beragam misteri. Menurutnya, moment satu bulan ini sangat tepat untuk melatih dan mengajarkan anak akan pentingnya meraih cita-cita dengan usaha yang lebih baik.

    "Selain bisa mengajarkan kepada anak akan kewajiban melaksanakan ibadah puasa, dengan ibadah itu menurutnya juga dapat membangun semangat untuk menggapai cita-cita. Sehingga, dirinya meminta kepada orang tua agar mampu memperkenalkan puasa kepada anak sejak dini," ungkapnya.

    Ramadan dapat membangun semangat untuk menggapai cita-citanya. Al Quran mengandung beberapa unsur antara lain Al Quran merupakan firman Allah SWT dan diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW baik melalui Malaikat Jibril maupun  langsung oleh Allah SWT yang dijamin kebenarannya (www.jateng.kemenag.go.id)


Top