,

    Nokia 2360 Flip

    Di tengah era smartphone yang makin canggih, ada satu tren menarik yang mulai muncul lagi: balik ke HP jadul. Bukan karena nggak mampu beli smartphone, tapi justru karena banyak orang mulai bosan dengan layar besar, notifikasi yang nggak ada habisnya, dan kebiasaan scrolling berjam-jam.

    Nah, salah satu model yang menarik perhatian adalah Nokia 2360 Flip.

    Kalau kamu melihatnya, desainnya langsung membawa vibe awal 2000-an. Bentuknya compact, bisa dilipat, dan punya karakter yang jauh berbeda dari smartphone masa kini. Saat ditutup, ukurannya kecil dan gampang masuk saku. Tinggal flip, buka, lalu siap dipakai.


    Desain Simpel, Tapi Punya Karakter

    Daya tarik utama Nokia 2360 Flip jelas ada di desainnya. Model clamshell membuat HP ini terasa klasik sekaligus unik.

    Di saat mayoritas HP sekarang tampil dengan desain layar penuh yang bentuknya hampir mirip satu sama lain, HP flip punya identitas yang lebih kuat. Ada sensasi tersendiri ketika membuka atau menutup HP secara manual.

    Buat anak muda yang suka gaya retro, perangkat seperti ini juga bisa menjadi aksesori fashion. Apalagi tren Y2K dan barang-barang vintage masih sering muncul di media sosial.


    Bukan Buat Pamer Spesifikasi

    Kalau kamu mencari HP dengan kamera supertajam, chipset gaming, layar AMOLED, atau aplikasi media sosial lengkap, Nokia 2360 Flip jelas bukan pilihan utama.

    Konsepnya memang berbeda.

    HP seperti ini lebih cocok untuk kebutuhan dasar: telepon, SMS, dan komunikasi sederhana. Justru di situlah daya tariknya.

    Kita hidup di zaman ketika satu HP bisa digunakan untuk bekerja, bermain game, belanja, menonton film, membuka media sosial, sampai menerima puluhan notifikasi setiap hari.

    Nokia 2360 Flip menawarkan pengalaman yang lebih sederhana.


    Digital Detox Versi Anak Muda

    Menariknya, konsep HP flip kembali populer bukan hanya karena nostalgia. Ada alasan yang lebih modern: digital detox.

    Bayangkan punya HP yang tidak membuat tangan otomatis membuka TikTok, Instagram, YouTube, atau aplikasi lainnya setiap lima menit.

    Kamu bisa tetap membawa alat komunikasi tanpa harus terus-terusan terhubung dengan dunia digital.

    Buat sebagian orang, konsep ini justru terasa menyegarkan.

    Nokia 2360 Flip juga bisa menjadi HP kedua. Smartphone tetap digunakan untuk aktivitas utama, sedangkan HP flip dipakai ketika sedang liburan, olahraga, menghadiri acara tertentu, atau ketika ingin benar-benar mengurangi screen time.


    Teknologi Lama, Gaya Baru

    Kembalinya HP model lama menunjukkan satu hal: teknologi nggak selalu soal siapa yang punya spesifikasi paling tinggi.

    Kadang, teknologi yang sederhana justru menawarkan pengalaman yang lebih nyaman.

    Nokia 2360 Flip mungkin tidak dirancang untuk bersaing dengan smartphone flagship. Namun, perangkat seperti ini punya pasar sendiri—orang yang mencari kesederhanaan, nostalgia, gaya retro, atau sekadar ingin istirahat sejenak dari dunia digital.

    Jadi, kalau suatu hari kamu melihat seseorang mengeluarkan HP flip dari saku dan menutupnya setelah menelepon, jangan buru-buru menganggap dia ketinggalan zaman.


    Bisa jadi justru dia sedang selangkah lebih maju dalam mengatur hidupnya di era yang terlalu ramai notifikasi.

    ,

    Konferensi Pers BRTI (Foto: Ahmad Luthfi/okezone)
    Akhirnya setelah melalui pembahasan bersama antara penyelenggara jasa telekomunikasi atau operator dan  Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) akhirnya ditetapkan terkait aturan  registrasi prabayar dimana salah satu pointnya menyebutkan bahwa pembeli kartu prabayar wajib menyerahkan (menunjukkan) kartu identitas. Keputusan bersama tersebut sebenarnya sudah tertuang dalam Surat Ketua BRTI Nomor 326/BRTI/IX/2015 yangn ditandatangani pada tanggal 21 September 2015, namun karena berbagai alasan baru dapat diberlakukan secara nasional mulai 15 Desember 2015. 

    Sebelumnya, pelanggan yang membeli kartu prabayar sebenarnya sudah diwajibkan untuk melakukan registrasi sejak 2005 lalu, namun dalam pelaksanaannya operator banyak menerima keluhan dari pelanggan. Kartu identitas yang ditunjukkan bisa berupa KTP, SIM, atau paspor yang masih berlaku dan berdasarkan kartu identitas tersebut, penjual kartu perdana prabayar yang selanjutnya melakukan registrasi pelanggan. Mekanismenya, registrasi prabayar menggunakan SIM Tool Kit 4444 yang dimodifikasi atau memakai perangkat registrasi lain yang disediakan operator dengan menambahkan identitas (ID) milik penjual kartu prabayar.

    Pendataan yang lebih terverifikasi ini berguna untuk mencegah penyalahgunaan penggunaan nomor prabayar sebagaimana banyak terjadi selama ini. Upaya ini sebenarnya dilakukan sebagai upaya perlindungan konsumen, karena banyak aksi kejahatan melalui telepon seluler yang tidak bisa terlacak secara sempurna karena kemudahan masyarakat dalam mendapatkan kartu telekomunikasi pra bayar sekali pakai. 

    Sumber: Okezone

⬆
Top