, , ,

    Penertiban PKL Embong Blimbing Surabaya

    Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menertibkan 35 bangunan pedagang kaki lima (PKL) di Jalan Embong Blimbing, Kelurahan Embong Kaliasin, Kecamatan Genteng, Kamis (29/10/2026). Penertiban dilakukan untuk mendukung normalisasi saluran dan pemasangan U-ditch yang dijadwalkan mulai 1 November 2026.

    Camat Genteng Jefry mengatakan puluhan bangunan tersebut berdiri di atas lahan milik Pemkot Surabaya. Lahan itu berstatus sertifikat hak pakai atas nama pemerintah kota.

    Selain itu, berdasarkan hasil pengecekan, bangunan-bangunan tersebut tidak memiliki izin.

    "Jadi tadi kita melaksanakan penertiban terhadap 35 bangunan PKL. Ini statusnya menempati lahan sertifikat hak pakai atas nama Pemerintah Kota Surabaya," kata Jefry kepada wartawan, Kamis (29/10/2026).


    Saluran di Jalan Embong Blimbing Menyempit

    Jefry menjelaskan lahan yang ditempati para PKL tersebut awalnya diperuntukkan sebagai saluran. Namun, saluran itu disebut telah mengalami penyempitan sehingga tidak lagi berfungsi sebagaimana mestinya.

    Kondisi tersebut terjadi setelah adanya pengurukan. Di atas saluran kemudian berdiri bangunan-bangunan yang digunakan untuk aktivitas PKL.

    "Ini kan sudah sejak 1967. Karena sudah cukup lama, kami juga tidak tahu yang terjadi pada tahun-tahun dulu. Ada pengurukan sehingga saluran ini tidak berfungsi sebagaimana mestinya, kemudian terjadi penyempitan dan di atasnya terdapat bangunan-bangunan PKL," jelasnya.

    Pemkot Surabaya kini akan melakukan normalisasi saluran di lokasi tersebut. Pemasangan U-ditch menjadi salah satu bagian pekerjaan yang akan dilakukan.

    Karena itu, bangunan yang berdiri di atas saluran harus dibongkar.

    "Karena U-ditch harus dipasang, maka otomatis bangunan yang di atasnya harus dibongkar seluruhnya," ujarnya.


    PKL di Jalan Embong Blimbing Ditawari Relokasi

    Meski melakukan penertiban, Pemkot Surabaya menyatakan tidak ingin aktivitas ekonomi para pedagang berhenti.

    Jefry mengatakan pihaknya telah menyiapkan sejumlah alternatif bagi para PKL. Pedagang dapat mencari lokasi usaha secara mandiri atau pindah ke Sentra Wisata Kuliner (SWK).

    "Semangat kami bukan meniadakan aktivitas ekonomi. Ketika pelaksanaan proyek ini harus membongkar bangunan PKL, bagaimana PKL-nya tetap bisa berjualan," katanya.

    Sebelum penertiban dilakukan, pihak kecamatan dan kelurahan telah melakukan sosialisasi kepada para pedagang.

    Pada 12 Oktober 2026, para pedagang diundang ke Kantor Kelurahan Embong Kaliasin. Dalam pertemuan itu, pemerintah menjelaskan rencana pembongkaran dan pekerjaan normalisasi saluran.

    Pembongkaran awalnya direncanakan berlangsung pada pekan ketiga Oktober. Namun, berdasarkan hasil rapat dan kesepakatan dengan pedagang, pelaksanaannya kemudian dijadwalkan pada 28 Oktober 2026.

    Jefry mengatakan para pedagang memahami bahwa lokasi yang selama ini digunakan merupakan aset Pemkot Surabaya.

    "Pedagang juga memahami bahwa posisi mereka di sana menempati lahan milik pemkot. Ketika pemerintah kota ingin membangun di atas lahan tersebut, mereka sangat mengerti," tuturnya.


    Enam Pedagang di Jalan Embong Blimbing Sudah Daftar SWK

    Dari 35 pedagang yang ditertibkan, enam orang disebut telah mendaftarkan diri untuk berjualan di SWK.

    Sebagian pedagang bahkan sudah melakukan survei lokasi dan dalam waktu dekat akan mulai berjualan.

    "Total sudah ada enam pedagang yang mendaftar masuk ke SWK. Sebagian sudah survei dan dalam waktu dekat juga mulai berjualan di SWK," kata Jefry.

    Selain SWK, sejumlah pedagang memilih mencari lokasi usaha sendiri. Beberapa alternatif yang disebut antara lain Taman Prestasi, SWK Karah dan SWK Kasuari di Krembangan.

    Jefry menyebut ada pedagang yang memilih lokasi di wilayah Genteng, sementara dua pedagang memilih SWK Karah. Ada pula yang memilih SWK Kasuari serta beberapa SWK lainnya.

    Ia menambahkan para pedagang yang selama ini berjualan di Jalan Embong Blimbing tidak seluruhnya merupakan warga Kecamatan Genteng.

    Sebagian tinggal di wilayah lain seperti Benowo, Siwalankerto hingga Perak. Dari keseluruhan pedagang tersebut, hanya empat orang yang tercatat sebagai warga Kecamatan Genteng.

    "Jadi mereka bukan warga yang tinggal di Genteng semua. Ada yang tinggal di luar wilayah Genteng. Yang merupakan warga Genteng hanya empat," pungkas Jefry.

    , , ,

    Rahasia Palembang Turunkan Kemiskinan

    Palembang — Pengarusutamaan Gender (PUG) masih kerap dipahami sebatas program untuk perempuan. Pemerintah Kota Palembang ingin mengubah cara pandang tersebut. PUG ditegaskan sebagai strategi pembangunan yang harus melekat dalam setiap kebijakan pemerintah, mulai dari tahap perencanaan hingga evaluasi. Inilah yang menjadi senjata rahasia Pemerintah Kota Palembang dalam menurunkan kemiskinan

    Penegasan itu disampaikan Wali Kota Palembang H. Ratu Dewa saat mengikuti Verifikasi Lapangan Evaluasi Penyelenggaraan PUG Tahun 2025 dalam rangka Penilaian Anugerah Parahita Ekapraya (PPE) Kota Palembang Tahun 2026, Rabu (28/10/2026).

    Menurut Ratu Dewa, pembangunan tidak cukup hanya dilihat dari seberapa banyak jalan dibangun, sekolah didirikan atau pertumbuhan ekonomi meningkat. Hal yang tidak kalah penting adalah memastikan hasil pembangunan dapat dirasakan secara adil oleh seluruh kelompok masyarakat.

    "Pembangunan yang berkualitas tidak cukup diukur dari pertumbuhan ekonomi dan infrastruktur semata. Kita harus memastikan manfaatnya dirasakan secara adil oleh seluruh masyarakat, baik perempuan, laki-laki, anak, penyandang disabilitas, maupun kelompok rentan lainnya," kata Ratu Dewa.

    Karena itu, perspektif gender harus hadir dalam setiap proses pengambilan kebijakan.

    Pembangunan jalan, misalnya, tidak hanya berbicara mengenai panjang dan kualitas jalan. Pemerintah juga perlu melihat apakah fasilitas tersebut aman dan mudah diakses perempuan, anak, lansia, serta penyandang disabilitas.

    Begitu pula dengan pembangunan sekolah, pelayanan kesehatan, bantuan sosial hingga program ekonomi masyarakat. Semua harus dirancang berdasarkan kebutuhan kelompok masyarakat yang berbeda.

    Pemkot Palembang juga menggunakan data sebagai dasar dalam menjalankan kebijakan tersebut.

    Berdasarkan data BPS, jumlah penduduk Palembang pada 2024 mencapai 1.840.415 jiwa. Terdiri dari 921.318 laki-laki dan 919.097 perempuan.

    Angka tersebut menunjukkan komposisi penduduk yang relatif seimbang. Karena itu, kebijakan pembangunan juga dituntut memberikan manfaat yang proporsional bagi seluruh masyarakat.

    Dari sisi kesejahteraan, angka kemiskinan Palembang turun menjadi 9,04 persen pada 2025, dibandingkan 9,77 persen pada 2024.

    Sementara Indeks Ketimpangan Gender Kota Palembang pada 2024 tercatat 0,268.

    Untuk memperkuat pelaksanaan PUG, Pemkot Palembang telah menerbitkan Peraturan Wali Kota Palembang Nomor 12 Tahun 2025 tentang Pelaksanaan Pengarusutamaan Gender.

    Regulasi tersebut mengatur integrasi perspektif gender dalam perencanaan, penganggaran, pelaksanaan hingga evaluasi pembangunan.

    Ratu Dewa meminta proses verifikasi PUG tidak berhenti pada kelengkapan dokumen. Bukti dukung yang disampaikan harus menggambarkan program nyata dan dampaknya bagi masyarakat.

    BAPPERIDA dan DPPPA juga diminta memperkuat koordinasi lintas perangkat daerah serta menindaklanjuti rekomendasi tim verifikator.

    "Keberhasilan PUG pada akhirnya bukan ditentukan oleh nilai evaluasi atau trofi penghargaan, melainkan oleh semakin terbukanya kesempatan dan meratanya manfaat pembangunan bagi seluruh warga Palembang tanpa terkecuali," ujarnya. (Pemkot Palembang)

    , ,

    DLH Buleleng Luncurkan Green RTH, Warga Bisa Ajukan Pemangkasan Pohon via Online


    BULELENG — Warga Kabupaten Buleleng, Bali, kini tak perlu datang langsung ke kantor Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk mengajukan permohonan pemangkasan pohon di pinggir jalan. DLH Buleleng menghadirkan aplikasi Green RTH yang memungkinkan laporan dilakukan secara online.

    Aplikasi berbasis website tersebut resmi diluncurkan pada 1 Oktober 2026 sebagai bagian dari digitalisasi pelayanan publik. Melalui layanan ini, masyarakat dapat melaporkan kondisi pohon yang membutuhkan penanganan dengan lebih praktis.


    Cara Ajukan Pemangkasan Pohon

    Kepala Bidang Tata Lingkungan DLH Kabupaten Buleleng, Made Adiana, mengatakan masyarakat cukup mengisi data diri, mengunggah foto pohon, serta mencantumkan titik koordinat lokasi melalui aplikasi.

    Setelah laporan diterima, operator DLH akan melakukan verifikasi. Petugas kemudian turun ke lapangan untuk mengecek kondisi pohon dan menentukan tindakan yang diperlukan.

    Hasil survei menjadi dasar rekomendasi, termasuk penentuan jadwal pemangkasan. Masyarakat selanjutnya dapat memantau perkembangan permohonan melalui aplikasi.

    Dengan mekanisme tersebut, warga tidak perlu berulang kali mendatangi kantor DLH hanya untuk mengetahui status laporan.


    Green RTH Tak Hanya untuk Pemangkasan Pohon

    Green RTH merupakan singkatan dari Gerbang Reservasi Elektronik dan Pelayanan RTH. Selain layanan pemangkasan pohon, aplikasi ini menyediakan reservasi ruang terbuka hijau, penyewaan kios, serta kanal pengaduan terkait kondisi taman dan fasilitasnya.

    Lima RTH yang dikelola DLH Buleleng yakni Taman Bung Karno, Taman Kota Singaraja, RTH Rumah Jabatan Bupati, RTH Yohana Asri Banyuasri, dan RTH Soenda Ketjil.

    Aplikasi dapat diakses melalui telepon seluler, laptop, maupun komputer melalui greenrth.bulelengkab.go.id. DLH juga terus melakukan sosialisasi agar masyarakat beralih dari pengajuan manual ke layanan digital. (bulelengkab.go.id)

    , , , ,

    JPO Alun-Alun Majalengka

    Majalengka - Wajah pusat Kota Majalengka bakal mendapat sentuhan baru. Pemerintah Kabupaten Majalengka mulai membangun Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di kawasan Alun-alun Majalengka, Jawa Barat.

    JPO tersebut tidak hanya ditujukan untuk memudahkan warga melintasi jalan. Pemerintah daerah menyiapkan bangunan ini sebagai bagian dari penataan kawasan sekaligus objek yang memiliki daya tarik visual.

    Lokasinya yang berada di kawasan Alun-alun membuat JPO tersebut memiliki posisi strategis. Kawasan ini menjadi salah satu titik berkumpulnya masyarakat dan kerap digunakan untuk berbagai aktivitas.

    Mulai dari olahraga, rekreasi hingga kegiatan masyarakat berlangsung di sekitar Alun-alun Majalengka. Karena itu, pembangunan JPO diharapkan dapat melengkapi fungsi kawasan tersebut sebagai ruang publik.

    Bupati Majalengka Eman Suherman menyebut pembangunan fasilitas publik di pusat kota perlu mempertimbangkan lebih dari sekadar aspek teknis. Infrastruktur juga perlu memiliki karakter sehingga mampu memperkuat identitas suatu kawasan.

    Atas dasar itu, JPO dirancang dengan konsep yang menarik. Bangunan tersebut diharapkan bisa menjadi salah satu penanda baru ketika masyarakat memasuki atau berkunjung ke pusat Kota Majalengka.


    Bukan Sekadar Tempat Menyeberang

    Selama ini, fungsi utama JPO identik dengan keselamatan pejalan kaki. Namun, Pemkab Majalengka ingin fasilitas yang sedang dibangun tersebut memiliki fungsi tambahan.

    Desain menjadi salah satu unsur yang diperhatikan. JPO diharapkan memiliki tampilan yang menarik sehingga tidak terasa seperti infrastruktur pelengkap jalan semata.

    Posisinya yang berada di kawasan Alun-alun juga memungkinkan masyarakat melihat aktivitas pusat kota dari atas jembatan. Kondisi tersebut dinilai dapat memberikan pengalaman berbeda bagi pengguna.

    Tak menutup kemungkinan, JPO tersebut nantinya menjadi salah satu lokasi favorit untuk berfoto. Kehadiran spot dengan desain unik di ruang publik dinilai memiliki potensi menarik perhatian, terutama kalangan anak muda.

    Jika dikelola dengan baik, JPO ini bisa berkembang menjadi salah satu destinasi kecil di tengah kota yang melengkapi keberadaan Alun-alun Majalengka.


    Berpotensi Hidupkan Ekonomi Sekitar

    Penataan ruang publik juga memiliki dampak yang lebih luas. Semakin menarik sebuah kawasan, semakin besar peluang masyarakat datang dan menghabiskan waktu di lokasi tersebut.

    Kondisi itu dapat memberikan efek terhadap kegiatan ekonomi di sekitar Alun-alun. Pelaku usaha, pedagang dan sektor informal berpotensi memperoleh manfaat dari meningkatnya aktivitas masyarakat.

    Pemkab Majalengka berharap pembangunan JPO tidak berhenti pada penyelesaian sebuah bangunan fisik. Fasilitas tersebut diharapkan menjadi bagian dari pengembangan kawasan pusat kota yang memiliki nilai sosial, ekonomi dan wisata.

    Konsep semacam ini juga membuat pembangunan infrastruktur publik tidak hanya berorientasi pada fungsi, tetapi turut memperhatikan kualitas ruang kota.


    Jadi Bagian dari Wajah Baru Pusat Kota Majalengka

    Alun-alun memiliki posisi penting dalam membentuk citra sebuah kota. Karena itu, keberadaan berbagai fasilitas di sekitarnya ikut menentukan bagaimana masyarakat maupun pendatang melihat wajah Majalengka.

    JPO baru tersebut diharapkan mampu menjadi salah satu elemen yang memperkuat karakter kawasan.

    Dengan desain yang menonjol, bangunan ini berpotensi menjadi penanda visual baru di pusat kota. Kehadirannya sekaligus melengkapi upaya pemerintah menata ruang publik agar lebih nyaman dan menarik.

    Namun, setelah pembangunan rampung, tantangan berikutnya adalah menjaga fasilitas tersebut. Pemkab Majalengka mendorong masyarakat ikut merawat JPO agar tetap bersih, aman dan berfungsi dengan baik.

    Perawatan menjadi penting karena fasilitas publik yang dibangun dengan anggaran pemerintah pada akhirnya digunakan dan dinikmati masyarakat.

    Jika seluruh konsep berjalan sesuai harapan, JPO Alun-alun Majalengka nantinya memiliki tiga wajah sekaligus: sebagai fasilitas keselamatan pejalan kaki, ruang publik dan elemen baru yang mempercantik pusat kota.

    Bukan tidak mungkin, jembatan yang awalnya dibangun untuk membantu warga menyeberang jalan tersebut justru berkembang menjadi salah satu spot yang wajib dikunjungi ketika berada di pusat Majalengka.

    , , ,

     

    Xanana Gusmao ke rumah Jokowi

    SOLO – Perdana Menteri Timor Leste Xanana Gusmao mengunjungi kediaman Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) di Solo, Jawa Tengah, Jumat (4/9/2026). Pertemuan berlangsung hangat, bahkan diwarnai momen Xanana ikut menyanyikan lagu legendaris Bengawan Solo karya maestro keroncong Gesang Martohartono.

    Xanana tiba di kediaman Jokowi sekitar pukul 12.26 WIB. Mengenakan batik lengan panjang, Xanana langsung disambut Jokowi yang juga mengenakan batik.

    "Welcome to Solo. Welcome to my home," ujar Jokowi saat menyambut kedatangan Xanana.

    Keduanya kemudian berbincang singkat sebelum masuk ke rumah. Suasana semakin akrab ketika Xanana disuguhi alunan musik keroncong.

    Lagu Bengawan Solo yang diciptakan Gesang ternyata menarik perhatian Xanana. Ia bahkan ikut bernyanyi mengikuti alunan musik tersebut hingga lagu selesai.

    Setelah itu, Xanana bersama Jokowi menuju meja perjamuan. Sejumlah kuliner disajikan untuk menjamu PM Timor Leste tersebut, di antaranya onde-onde, kwetiau, bebek peking, fuyunghai, dan sapi lada hitam.

    Di tengah santap siang, Xanana mengungkapkan kesannya terhadap kepemimpinan Jokowi saat menjadi Presiden Indonesia.

    Menurut Xanana, Indonesia menunjukkan perkembangan pembangunan yang mengesankan selama pemerintahan Jokowi. Ia menilai pembangunan tidak hanya terpusat di Pulau Jawa, tetapi juga dilakukan secara lebih merata di berbagai wilayah Indonesia.

    "Ini bukti hubungan baik antara Indonesia dengan Timor Leste. Dulu Timor Leste sangat terkesan pada Bapak Jokowi memimpin Indonesia," kata Xanana di Solo, Jumat.

    Xanana juga menyoroti visi pembangunan Jokowi yang dinilainya mampu mendorong pemerataan pembangunan di Indonesia.

    Pertemuan Xanana dan Jokowi tersebut menjadi salah satu gambaran eratnya hubungan kedua negara. Selain membahas berbagai hal, suasana pertemuan juga berlangsung santai dengan nuansa budaya Jawa yang kuat.

    Momen ketika Xanana menyanyikan Bengawan Solo menjadi bagian menarik dari kunjungan tersebut. Lagu ciptaan Gesang yang telah dikenal luas di Indonesia maupun mancanegara itu seolah menjadi simbol kedekatan budaya yang turut mempererat hubungan masyarakat Indonesia dan Timor Leste.

    Sumber: Kompas.com

    , ,

     

    Inovasi_Digital_DPUPR_Provinsi_Jateng
    PUPR Jateng Luncurkan 4 Inovasi Digital, dari Atasi Sampah Irigasi hingga Tambal Jalan

    SEMARANG – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Jawa Tengah meluncurkan empat inovasi berbasis digital dan kolaborasi untuk meningkatkan tata kelola infrastruktur serta pelayanan publik.

    Empat inovasi tersebut mencakup pengelolaan sumber daya air, sistem informasi aset infrastruktur, pemantauan embung, hingga pemeliharaan jalan. Program ini menjadi bagian dari upaya PUPR Jateng menghadirkan tata kelola infrastruktur yang lebih modern, adaptif, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

    Kepala Dinas PUPR Provinsi Jawa Tengah Henggar Budi Anggoro mengatakan modernisasi tata kelola menjadi kebutuhan penting, terutama dalam pengelolaan sumber daya air dan jaringan jalan.

    "Modernisasi tata kelola sumber daya air dan jalan adalah kunci peningkatan kualitas pelayanan publik di era digital," ujar Henggar di Kantor Balai Pengelolaan Sumber Daya Air (BPSDA) Serayu-Bogowonto, Purwokerto, baru-baru ini.

    1. Bestie Samsuri, Atasi Sampah di Saluran Irigasi

    Inovasi pertama yakni Bestie Samsuri, singkatan dari "Bersama Elemen Sektoral dalam Aksi Nyata Tangani Sampah pada Saluran Irigasi".

    Program ini mengedepankan kolaborasi lintas sektor untuk menjaga kebersihan dan kelancaran saluran irigasi. Dengan begitu, distribusi air diharapkan dapat berjalan lebih optimal dan berkelanjutan.

    "Gerakan kolaboratif lintas sektor dalam menjaga kebersihan dan kelancaran saluran irigasi untuk mewujudkan alokasi air yang optimal, berkelanjutan dan bernilai maslahat bagi masyarakat, khususnya untuk petani pemakai air irigasi," jelas Henggar.

    2. Smart Asi, Data Infrastruktur Berbasis WebGIS

    Inovasi berikutnya adalah Smart ASI sebuah platform WebGIS yang mengintegrasikan data aset, sungai, dan sistem irigasi secara spasial.

    Sistem ini dirancang untuk mempermudah proses inventarisasi sekaligus membantu pemerintah dalam mengambil keputusan berbasis data.

    Dengan integrasi data spasial, pengelola infrastruktur dapat memperoleh informasi yang lebih cepat dan akurat mengenai kondisi jaringan sumber daya air di wilayah kerja.

    3. Mas Danu, Pantau Embung Secara Real-Time

    PUPR Jateng juga menghadirkan Mas Danu, atau Manajemen Informasi Data Embung Terpadu.

    Sistem tersebut digunakan untuk mengintegrasikan informasi mengenai embung sekaligus memantau kondisinya secara real-time.

    "Ini merupakan sistem informasi terintegrasi untuk pengelolaan dan pemantauan kondisi embung secara real-time atau faktual," kata Henggar.

    Ketersediaan data yang terintegrasi diharapkan dapat membantu pengelola dalam menentukan langkah pemeliharaan maupun penanganan ketika terjadi persoalan pada infrastruktur embung.

    4. Sikidang, Tambal Jalan dengan Material Daur Ulang

    Inovasi keempat adalah Sikidang, singkatan dari Sigap Kinerja Tambal Lubang dengan Material Daur Ulang.

    Program ini merupakan inovasi pemeliharaan jalan yang mengedepankan penanganan lubang secara cepat dengan memanfaatkan material yang lebih ramah lingkungan.

    Selain mempercepat respons terhadap kerusakan jalan, penggunaan material daur ulang diharapkan dapat mendukung praktik pemeliharaan infrastruktur yang lebih berkelanjutan.

    Pangkas Birokrasi dan Percepat Respons

    Henggar berharap penerapan keempat inovasi tersebut tidak sekadar menjadi digitalisasi sistem, tetapi memberikan dampak nyata terhadap pelayanan masyarakat.

    Menurutnya, inovasi tersebut diharapkan mampu memangkas alur birokrasi dalam penanganan persoalan infrastruktur, mempercepat respons terhadap laporan masyarakat, serta meningkatkan fungsi jaringan irigasi dan jalan.

    Dengan pendekatan digital dan kolaboratif, PUPR Jateng ingin memastikan pengelolaan infrastruktur tidak hanya lebih cepat, tetapi juga lebih terukur, transparan, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat di lapangan.

    , ,

    Dedi Mulyadi Gubernur Jawa Barat 2026
    Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi dalam Rapat Paripurna dengan Anggota DPRD (Foto: Humas Jabar)

    BANDUNG – Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat bersama DPRD Jawa Barat menyepakati Rancangan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Tahun Anggaran 2027.

    Kesepakatan tersebut ditetapkan dalam Rapat Paripurna DPRD Provinsi Jawa Barat di Kota Bandung, Rabu (5/8/2026). Agenda tersebut juga dirangkaikan dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) layanan transportasi bersama operator DAMRI dan Big Bird.

    Usai rapat, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atau yang akrab disapa KDM mengatakan arah pembangunan pada 2027 akan difokuskan pada penyelesaian berbagai layanan dasar yang berdampak langsung terhadap kualitas hidup masyarakat.

    Menurut Dedi, tahun 2027 akan menjadi fase lanjutan untuk merampungkan sejumlah program prioritas yang telah dijalankan selama masa pemerintahannya.

    "2027 kan tinggal melanjutkan pendidikan. Sekolah-sekolah di Jabar semua sudah dalam keadaan baik, layanan dasar pendidikan terselesaikan," ujar Dedi.

    Target Listrik untuk Seluruh Warga

    Selain pendidikan, pemerintah daerah menargetkan seluruh masyarakat yang belum mendapatkan akses listrik dapat terlayani pada 2027.

    Dedi menyebut jumlah warga yang sebelumnya belum teraliri listrik mencapai sekitar 500 ribu orang. Angka tersebut kini telah turun menjadi sekitar 80 ribu orang.

    "Listrik yang tinggal 80.000 orang dari 500.000 selesai," katanya.

    Target tersebut menjadi salah satu bagian dari upaya Pemprov Jabar memastikan layanan dasar dapat dirasakan secara merata hingga ke wilayah yang selama ini sulit mendapatkan akses.

    Konektivitas Jalan Jadi Prioritas

    Pembangunan infrastruktur juga tetap menjadi agenda utama. Dedi Mulyadi menekankan pentingnya konektivitas jalan yang terintegrasi mulai dari jalan nasional, jalan provinsi, jalan kabupaten hingga jalan desa.

    Menurutnya, konektivitas tidak hanya berkaitan dengan mobilitas masyarakat, tetapi juga menentukan akses terhadap berbagai pelayanan dasar.

    "Jalan yang terkoneksi dari jalan nasional, jalan provinsi, kabupaten sampai jalan desa, selesainya daerah-daerah terisolir," ujarnya.

    Dedi bahkan menegaskan pembangunan infrastruktur harus diarahkan untuk menghilangkan hambatan masyarakat dalam mendapatkan layanan pendidikan dan kesehatan.

    "Tidak boleh lagi ada daerah yang ke sekolahnya harus melewati sungai. Tidak boleh ada anak yang ditandu karena tidak ada akses ambulans yang masuk ke dalam," tegasnya.

    Rutilahu Juga Ditargetkan Tuntas

    Program perbaikan rumah tidak layak huni (rutilahu) juga masuk dalam daftar prioritas pembangunan Jawa Barat pada 2027.

    Dedi mengatakan penyelesaian rutilahu menjadi bagian dari upaya pemerintah meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekaligus mengurangi kesenjangan pelayanan dasar.

    "Kemudian rutilahu harus terselesaikan. Jadi aspek-aspek inilah yang menjadi fokus kita di 2027," pungkasnya.

    Melalui kesepakatan KUA-PPAS 2027, Pemprov Jawa Barat dan DPRD Jabar menempatkan pemerataan pembangunan serta pemenuhan layanan dasar sebagai arah utama kebijakan fiskal.

    Program pendidikan, elektrifikasi, konektivitas wilayah, hingga penyelesaian rutilahu diharapkan mampu memberikan manfaat langsung kepada masyarakat, terutama mereka yang tinggal di wilayah terpencil dan masih menghadapi keterbatasan akses layanan publik.

    ,

    Gubernur Bali  Apresiasi Gambar Kain Gringsing Bali pada Uang Kertas Baru Rp 75 Ribu



    Gubernur Bali menerima pecahan uang 75 ribu

    Peluncuran Uang Peringatan Kemerdekaan (UPK) atau Commemorative Money  dengan nominal Rp 75 ribu yang dilakukan oleh Menteri Keuangan, Sri Mulyani menjadi sebuah kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Bali. Hal itu terjadi karena di dalam uang yang hanya dicetak dalam jumlah 75 juta lembar ini menampilkan salah satu ikon budaya Bali, yaitu Kain Pegringsingan. Kain tenun tradisional Desa Tenganan Pegringsingan  Kabupaten Karangasem merupakan salah satu hasil produk tradisional masyarakat bali  sangat terkenal hingga ke mancanegara. Sebagian besar Wisatawan yang berkunjung ke Karangasem,  membeli kain tenun ini sebagai buah tangan atau oleh-oleh khas Bali. 

    Gubernur Bali, Wayan Koster sangat mengapresiasikan tercantumnya salah satu identitas budaya Bali tersebut.  Apresiasi dan ucapan terima kasih ini disampaikan Gubernur Koster pada acara Peresmian Pengeluaran Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Tahun Republik Indonesia yang dilakukan secara virtual melalui aplikasi zoom, pada Senin (17/8/2020). Di dalam kesempatan tersebut, Gubernur Bali, I Wayan Koster menerima secara langsung  Uang Peringatan Kemerdekaan (UPK)   dari Kepala KPw BI Bali, Trisno Nugroho di Rumah Jabatan Jayasabha sekaligus menjadi orang pertama di Bali yang menerimanya.

     “Hal Ini merupakan sebuah kehormatan dan kebanggaan bagi masyarakat Bali dari Pemerintah Pusat. Jadi pada kesempatan ini, saya ingin mengucapkan terima kasiih dan apresiasi kepada Menteri Keuangan dan Gubernur BI,” ucap Gubernur Bali.

    Gubernur Bali yang pernah menjadi anggota DPR RI 3 kali ini juga menyampaikan bahwa mata uang RI yang baru diluncurkan ini memiliki makna yang cukup mendalam.  Hal itu karena adanya gambaran tentang pencapaian bangsa kita selama 75 tahun kemerdekaannya, khususnya terkait dengan hasil-hasil pembangunannya. Pemilihan simbol-simbol pada mata uang ini yang mengedepankan Bhinneka Tunggal Ika sebagai falsafah pemersatu bangsa dengan menampilkan berbagai kesenian serta kebudayaan dari masing-masing daerah juga menjadi kebanggaan tersendiri dari mata uang baru tersebut. 

    “Kita sebagai bangsa Indonesia harus selalu ingat, Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika serta UUD 1945 sebagai ideologi negara. Karena hal tersebut adalah pemersatu kita,” imbuh Gubernur yang juga menjabat sebagai Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali ini.

    Dalam kesempatan tersebut, beliau juga menambahkan bahwa persatuan Indonesia merupakan modal politik bagi Indonesia sebagai bangsa yang besar dan menjadi negara maju dan berdaulat sesuai cita-cita Bapak Pendiri Bangsa Ir. Soekarno.  

    , , ,

    Pusat Kulakan HP Pasar Prambanan
    WaBup Sleman Resmikan Pusat Kulakan HP  (Foto: Pemkab Sleman)

    Dalam rangka melakukan revitalisasi pasar tradisional, Pemerintah Kabupaten Sleman menggelar berbagai rangkaian kegiatan yang melibatkan banyak pihak. Salah satu event yang digelar adalah Event Gelegar Pasar Prambanan 2019 yang dimulai  dari tanggal 6 Desember 2019 hingga tanggal 22 Desember 2019. Agar rangkaian event tersebut dapat dilaksanakan dengan meriah, diadakan berbagai macam kegiatan seperti Lomba Mewarnai Tingkat TK, Lomba Fashion, Lomba Mobile Legend, Lomba Masak serta beberapa acara hiburan lainnya.

    Untuk mengawali event tersebut, Wakil Bupati Sleman Sri Muslimatun meresmikan Pusat Kulakan Handphone dan Elektronik di Pasar Prambanan  Jumat (6/12).  Peresmian dilakukan secara secara Simbolis dengan memotong pita di pintu masuk Area Pusat Kulakan Handphone dan Elektronik dilanjutkan dengan peninjauan ke kios-kios tempat penjualan HP oleh 

    Dengan adanya peresmian  Pusat Kulakan Handphone dan Elektronik yang juga dihadiri oleh Komisi B dan Komisi C DPRD Kabupaten Sleman serta Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Sleman tersebut  Ketua Kadin Sleman dan tamu undangan lainnya, diharapkan bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar. 

    Selain itu, Pusat Kulakan Handphone dan Elektronik Pasar Prambanan bisa dijadikan sebagai icon yang mampu menarik minat Wisatawan terutama masyarakat yang berada di Wilayah Timur Sleman dan sekitarnya. Untuk kedepannya, pusat kulakan yang mampu menampung 170 pedagang ini juga akan menjual Komputer dan barang Elektronik lain sebagainya.

    Ketika memberikan sambutan, Wakil Bupati Sleman, Sri Muslimatun mengatakan bahwa dengan keberadaan Pusat Kulakan Handphone dan Elektronik Prambanan ini akan meningkatkan daya tarik pasar Prambanan sehingga akan mampu manrik masyarakat dari  Sleman Timur, Sekitaran Klaten, Piyungan. Biasanya masyarakat dari daerah-daerah tersebut harus pergi ke Kota yogyakarta ketika ingin membeli handphone, komputer, laptop atau peralatan elektronik yang lain. 

    Mengingat keberadaan  Pasar Prambanan yang cukup strategis karena dekat dengan obyek wisata Candi Prambanan dan berada di jalur Koridor Ekonomi Jawa bagian selatan, maka diharapkan banyak masyarakat yang datang untuk bertransaksi di sana. Agar pengunjung tertarik untuk datang, Pengelola dan para Pedagang harus dapat bersinergi dengan melakukan berbagai kegiatan atau aktivitas yang bisa menarik minat para pengunjung.

    ,

    Kabupaten Penajam Paser Utara siap Cetak Lima Desa Mandiri


    Kantor Bupati Penajam Paser Utara
    Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara

    Sebagai kawasan yang akan direncanakan sebagai lokasi Ibukota negara Republik Indonesia, Kabupaten Penajam Paser Utara terus berbenah. Pembangunan daerah pedesaan menjadi salah satu program unggulan yang terus digalakkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.  Salah satu program yang direncanakan kabupaten ini yaitu ingin mewujudkan adanya 5 desa mandiri sebagai upaya untuk meningkatkan potensi ekonomi daerah.

    Untuk menentukan suatu desa apakan termasuk desa mandiri atau bukan, dibuat sistem penilaian yang dilakukan per tahun oleh Kementerian Desa melalui regulasi yang dikeluarkan yakni Permendesa Nomor 2 Tahun 2016 tentang Indeks Desa Membangun (IDM). Awalnya, tujuannya penetapan IDM adalah dalam rangka lakukan evaluasi hasil capaian dari Dana Desa.

    Percepatan pembangunan desa untuk mewujudkan desa mandiri, dilakukan oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Kabupaten Penajam Paser Utara bekerjasama dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lain yang ada di kabupaten tersebut. 

    Pembangunan desa mandiri  dilakukan untuk meningkatkan pendapatan desa sesuai kebutuhan dan potensi yang dimiliki masing-masing desa. Pembangunan dan pengelolaan potensi desa akan dilakukan oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) yang bertanggung jawab kepada pemerintah desa. Dalam UU No 6 Tahun 2014 tentang Desa, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) adalah badan usaha yang secara keseluruhan atau sebagian besar modalnya dimiliki oleh desa melalui penyertaan secara langsung yang berasal dari kekayaan desa yang dipisahkan guna mengelola aset, jasa pelayanan, dan usaha lainnya sebesar-besarnya untuk kesejahteraan masyarakat desa. BUMDes tersebut ada untuk meningkatkan pendapatan dan desa sesuai dengan kebutuhan dan potensi yang dimiliki desa

    Sebagaimana diketahui, saat ini Kabupaten Penajam Paser Utara merupakan satu-satunya kabupaten di Provinsi Kalimantan Timur yang sudah tidak memiliki desa tertinggal. Sebelumnya di kabupaten yang banyak diperbincangkan karena ditetapkan sebagai  salah satu Ibu Kota Negara ini terdapat dua desa yang masih berstatus desa tertinggal, yakni Desa Karang Jinawi di Kecamatan Sepaku dan Desa Bukit Subur di Kecamatan Penajam.  Akan tetapi seiring dengan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat yang terus dilakukan, kedua desa tersebut sudah berubah status menjadi desa berkembang sesuai dengan indikator yang ada Indeks Desa Membangun (IDM).

    ,

    Kolam Susu : 
    Program Pemkab Wonosobo atasi Masalah Air Minum dan Sanitasi
     
    Kabupaten Wonosobo, merupakan salah satu kabupaten di Jawa Tengah yang masih memiliki permasalahan terkait penyediaan air minum dan sanitasi sehat. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, Pemerintah Kabupaten yang diwakili oleh Dinas PUPR Kabupaten Wonosobo menyelenggarakan  mini ekspo dan seminar bertema “Kolaborasi Sanitasi Merawat Negeri”. Kegiatan yang dilaksanakan di Gedung Sasana Adipura Kencana ini diikuti oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, perwakilan dari semua SKPD di Kabupaten Wonosobo, Kodim 707 Wonosobo, Polres Wonosobo, PKK, BUMD, perwakilan organisasi wanita, KNPI, GP Ansor, Pemuda Muhammadiyah, Camat serta Kepala Desa/ lurah se-Kabupaten Wonosobo.  
     
    Pembicara yang dihadirkan dalam seminar Kolaborasi Sanitasi Merawat Negeri tersebut antara lain Kementrian PUPR, Kepala DPUPR Wonosobo Widi Purwanto dan Agus Prasetyo (Bank Indonesia Semarang). Dalam kegiatan ini juga diselenggarakan lelang program yang berkaitan dengan sanitasi, dimana dalam tahun 2020 Pemerintah Kabupaten mentargetkan pembangunan sarana sanitasi sejumlah 15.000 sambungan rumah. 

    Untuk mempercepat pencapaian target tersebut, dibentuk juga Satgas Sanitasi tingkat Kabupaten yang diketuai oleh Dandim 0707 Letkol Czi Wiwid Wahyu Hidayat dan beranggotakan dari OPD, PKK, BUMD, perwakilan organisasi wanita, KNPI dan GP Ansor Wonosobo. Wakil Bupati Wonosobo, Agus Subagiyo ketika mengukuhkan satgas ini mengatakan bahwa, Satgas Sanitasi bertugas menyusun program percepatan peningkatan akses sanitasi, melakukan advokasi dan kampanye percepatan peningkatan akses sanitasi, melakukan edukasi dan sosialisasi pola hidup bersih dan sehat.

    Launching  Aplikasi “Sobo Kolam Susu”

    Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati Wonosobo, Agus Subagiyo atas nama Pemerintah Kabupaten Wonosobo melaunching Aplikasi Sobo Kolam Susu yaitu yakni aplikasi aplikasi berbasis web dan android yang digunakan untuk melakukan pendataan pelaporan dan kolaborasi dalam rangka percepatan pencapaian pelayanan sanitasi dan air bersih. 

    Aplikasi Sobo Kolam Susu Versi 1, berorientasi pada pendataan. Bisa diakses secara penuh oleh pengguna dengan hak akses tertentu. Fitur ‘Sobo Kolam Susu’ antara lain berisi data aksi, data air limbah, data air minum, laporan dan peta. Data aksi berisi form data entry berbasis no KK yang terintegrasi dengan data kependudukan Disdukcapil. Sementara data air limbah dan data air minum, berisi form data entry pendataan layanan sanitasi dan air minum berbasis data aksi dan geolocation.


    ,

    106 Tukang di Temanggung Ikuti uji Kompetensi Tenaga Kerja Konstruksi



    Sertifikasi Tukang Kotaku Temanggung
    Temanggung-Sebanyak 106 tenaga kerja konstruksi mendapatkan kesempatan umtuk mengikuti uji kompetensi demi mendapatkan sertifikasi keahlian tukang batu yang bertempat di Desa Gilingsari Temanggung Kamis (25/7). Kegiatan yang diselenggarakan oleh Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) Kementrian PU PR tersebut dilaksanakan dengan menggandeng Balai Jasa Konstruksi Wilayah IV Surabaya dan Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK) Provinsi Jawa Tengah. 

    “Jadi, semua peserta tersebut merupakan tenaga kerja konstruksi yang nantinya akan mengerjakan  pekerjaan infrastruktur berbasis masyarakat Kotaku (Kota Tanpa Kumuh) di Kabupaten Temanggung dan Kabupaten Wonosobo.” Ungkap Setya Panca selaku panitia pelaksana kegiatan. 

    Pembekalan dan Uji kompetensi Tenaga Kerja Konstruksi tersebut sebenarnya merupakan salah satu rangkaian dari kegiatan Penguatan Kapasitas Masyarakat yang dilaksanakan oleh Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) di desa dan kelurahan pelaksana Program Kotaku. Dengan adanya pembekalan dan sertifikasi tersebut, diharapkan muncul tenaga konstruksi (tukang) yang profesional sehingga bisa membuat bangunan konstruksi yang berkualitas baik.

    Ketika mengikuti Pembekalan dan Uji kompetensi Tenaga Kerja Konstruksi di Kabupaten Temanggung, para peserta diharuskan mengikuti pembekalan yang dilaksanakan di Aula Balai Desa Gilingsari yang dilanjutkan dengan wawancara dan praktik lapangan.  Dengan mendapatkan sertifikat keterampilan, diharapkan para peserta pelatihan bisa bersaing dengan tenaga kerja konstruksi lainnya di kancah nasional maupun internasional.

    , , , , ,

    Banaran Cafe and Co Working Space, 
    Kafe Plat merah di Semarang Atas


    Inovasi merupakan salah satu hal yang digaung-gaungkan BUMN dalam mensikapi perkembangan jaman. Salah satu bentuk inovasi yang mereka lakukan yaitu dengan membentuk unit-unit bisnis baru yang kekinian guna meningkatkan pendapatan.  Salah satu BUMN yang mencoba peruntungan di bisnis mikro adalah PT PTPN IX yang berada di Jawa Tengah. 

    Perusahaan Plat merah yang memuliki usaha utama di bidang perkebunan dengan hasil utama kopi,  teh dan karet ini berusaha memanfaatkan trend yang sedang berkembang saat ini yaitu budaya nongkrong sambil ngopi. Untuk itu perusahaan perkebunan nasional tersebut endirikan salah satu bisnis yang hilir dengan membuka kafe. Sebelumnya memang PTPN IX sudah memiliki beberapa kafe yang cukup terkenal yaitu Banaran Cafe yang berada di Bawen dan Jambu.  Di kota Semarang sendiri, perusahaan ini mencoba untuk memanfaatkan aset rumah dinas milik PTPN IX yang berada di daerah Bukit Sari, Gombel yang memiliki view cukup bagus.  Banaran Cafe and Co Working Space  menjadi pilihan nama kafe yang baru tersebut.

    Launching Banaran Cafe and Co Working Space sendiri dilaksanakan pada hari selasa 16 April 2019 yang dihadiri oleh para pejabat BUMN tersebut.  Dalam sambutannya, Direktur Operasional Tanaman Tahunan PTPN IX, Mahmudi, menjelaskan bahwa pembukaan kafe baru ini untuk memperkuat program hilirisasi kopi dan teh yang dihasilkan PTPN IX. Konsep kafe baru di kawasan atas Kota Semarang ini berbeda dengan kafe-kafe lain yang  sudah ada sebelumnya. 

    Bedanya dengan kafe-kafe lain yang dimiliki PTPN IX, Banaran Cafe and Co Working Space khusus menyediakan minuman kopi dan teh dengan berbagai model penyajian. Makanan yang disajikan pun tidak terlalu banyak.

    "Tak hanya kopi dan teh yang berkualitas saja. Kami juga menjamin penyajian yang tepat supaya citarasa dari setiap kopi dan teh yang kami miliki melekat di lidah," tuturnya.

    Banaran Cafe and Co Working Space berada di Jalan Bukit Kopi no 9, Ngesrep, Banyumanik, Kota Semarang ini, yang sebelumnya merupakan rumah dinas dari pegawai PTPN IX.  Letaknya yang jauh dari jalan raya  membuat suasana Banaran Cafe and Co Working Space nyaman untuk ngumpul bareng tean atau kolega. Apalagi letaknya berada di lingkungan kampus seperti Undip, Polines, dan perguruan tinggi lainnya. Di tempat tersebut  juga disediakan co working space yang bisa dimanfaatkan untuk pertemuan komunitas, rapat maupun arisan.

    Salah satu menu yang jadi andalan di kafe tersebut adalah Robusta Coffe.  Kopi  tersebut bisa disajikan dengan cara tubruk, manual brew, dan mesin dengan harga harga mulai dari Rp 6.000 hingga Rp 28.500. Bagi pecinta teh, kafe tersebut juga menyajikan aneka rasa teh seperti teh latte, maupun flavor tea.

    ,

    Ratusan Tukang di eks-Karesidenan Pati Ikuti Uji Sertifikasi Tenaga Kerja Konstruksi

    Peserta Sertifikasi Tukang mengikuti tes wawancara (foto: www.murianews.com)


    Ratusan warga difasilitasi mengikuti uji sertifikasi tenaga kerja kontruksi melalui program berbasis masyarakat. Kegiatan yang dipusatkan di Balai Desa Margomulyo, Kecamatan Tayu tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan kegiatan Program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU).

    Senior Fasilitator KOTAKU Kabupaten Pati Nirwan mengatakan, pelaksanaan uji sertifikasi tersebut diikuti sebanyak 186 peserta dari lima kabupaten di eks-Karesidenan Pati. Yakni, dari Kabupaten Jepara, Kabupaten Blora, Kabupaten Rembang, Kabupaten Kudus dan dan Kabupaten Pati sendiri.

    “Peserta uji sertifikasi ini adalah tukang bangunan. Di mana, pesertanya diambil dari desa-desa yang termasuk dalam Program KOTAKU di masing-masing kabupaten tersebut,” ujarnya.

    Dirinya menyatakan, pelaksanaan uji sertifikasi tersebut, Program KOTAKU bekerja sama dengan Balai Jasa Kontruksi Wilayah IV Surabaya dan Lembaga Pengembangan Jasa Kontruksi (LPJK) Jawa Tengah.

    Dengan adanya uji sertifikasi tersebut, pihaknya berharap, nantinya tenaga terampil termasuk di antaranya adalah tukang bangunan bisa mendapatkan sertifikat kompetensi. Hal itu saat ini diperlukan, sebagai amanat undang-undang.

    Pihaknya menyampaikan, pelaksanaan uji sertifikasi tersebut sengaja digelar di Desa Margomulyo. Sebab, di tempat tersebut saat ini sedang ada pembangunan rabat beton dan saluran. Sehingga, hal itu memudahkan bagi peserta untuk ujian praktik.

    Sementara itu, Nurin Pramadini, Staf Seksi Penyelenggaraan dan Pengendalian Mutu pada Balai Jasa Kontruksi Wilayah IV Surabaya mengatakan, uji sertifikasi tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan amanat UU Nomor 2 tahun 2017 tentang Jasa Kontruksti yang menyebutkan jika pekerja kontruksi harus memiliki sertifikat.

    “Ini bagian dari implementasi undang-undang tersebut. Dalam hal ini kita kerja sama dengan KOTAKU dan LPJK Jateng. Dalam pelaksanaan uji sertifikasi ini ada proses assesmentnya berupa wawancara dan uji praktik,” ungkapnya.

    Sukardi, Asesor dari  Politeknik Negeri Semarang menyampaikan, jika pihaknya ditugasi dari pihak LPJK Jateng untuk mengassesment peserta. Beberapa poin yang perhatian adalah terkait dengan pengetahuan peserta, skil dan atitude.

    “Ketiga hal tersebut menjadi penilaian. Yakni, bagaimana peserta memiliki pengetahuan terkait dengan bidangnya, memiliki skill, yakni terampil sesuai prosedur. Misalkan dalam hal pemasangan bata atau batu yang benar, dan teknik lainnya. Kemudian, ada pula attitude. yakni peserta tahu bagaimana cara bekerja, misalkan dalam hal keselamatan kerja,” tutupnya

    Sumber: www.murianews.com

    ,

    Djarum Foundation Berhasil  Tanam Trembesi 
    di Sepanjang Jalan Joglosemar



    Djarum Trees for Life (DTFL) Menanam Trembesi 261 KM Joglosemar (Foto: www.jateng.tribunnews.com)

    Djarum Foundation, sebuah lembaga nirlaba yang dimiliki oleh perusahaan rokok terbesar di Indonesia akhirnya berhasil menyelesaikan misinya, yaitu melakukan penanaman pohon trembesi di seluruh jalur Yogyakarta, Solo, dan Semarang. Penanaman pohon tersebut dilakukan di sepanjang jalur jalan yang menghubungkan ketiga kota tersebut dengan panjang keseluruhan  261 km. 

    Program yang bernama “Djarum Trees for Life (DTFL) Menanam Trembesi 261 KM Joglosemar” ini berlangsung sejak pertengahan tahun 2016 dengan titik pertama di Areal Candi Prambanan, Yogyakarta dan berhasil diselesaikan pada hari Rabu (9/5/2018) dengan mengambil Kota Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang sebagai titik akhirnya. Dan sebagai penanda diselesaikannya program itu, dilakukan kegiatanseremonial meriah di Lapangan Jenderal Sudirman, Ambarawa.

    Menanam Trembesi 261 KM Joglosemar digagas Djarum Foundation dalam upaya menghijaukan kondisi jalur jalan di Jawa Tengah. Area yang ditanami meliputi Kecamatan Bawen, Jalur Lingkar Ambarawa-Magelang, Jalur Lingkar Yogyakarta-Solo, Boyolali, hingga Salatiga.

    Di titik terakhir program ini, telah berhasil tertanam sebanyak 10.576 pohon trembesi di seluruh jalur Joglosemar. Penanaman pohon tersebut melebihi target awal yang dicanangkan yaitu sebanyak 10 ribu pohon trembesi.

    Vice President Director Djarum Foundation, FX Supanji mengatakan program penamanan trembesi 261 KM Jogiosemar merupakan inisiasi dari Djarum Foundation yang bertujuan untuk memperbaiki lingkungan dan kualitas udara untuk masa depan yang lebih baik.

    “Program ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian, tanggung jawab, serta komitmen Djarum Foundation terhadap Iingkungan guna mengurangi efek pemanasan global dan menciptakan Iingkungan yang bersahabat bagi Indonesia di masa depan," ujar FX Supanji, usai acara seremoni.

    Seremoni penanaman ini juga dihadiri oleh beberapa tokoh Pemerintah Kabupaten Semarang dan Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Pemali. Hadir juga grup band RAN yang didapuk sebagai Duta Penghijauan Bakti Lingkungan Djarum Foundation. RAN yang terdiri dari Rayi, Asta, dan Nino ini ikut serta menanam pepohonan di area Danau Rawa Pening, Ambarawa.

    Tidak hanya melakukan penanaman phon trembesi, program Djarum Trees For Life juga berkomitmen melakukan perawatan secara menyeluruh selama tiga tahun untuk semua pohon yang ditanam. Perawatan ini meliputi: penyiraman, pemupukan, pemangkasan, hingga penggantian bila ada pohon yang rusak atau mati.

    “Kami sadar bahwa untuk mewujudkan Iingkungan yang hijau, dibutuhkan upaya bersama-sama dari seluruh elemen masyarakat," ujar FX Supandji.

    Oleh karena itu, dalam seremoni, hadir juga para perangkat desa yang berasal dari 19 Kecamatan di Kabupaten Semarang yang diharapkan dapat menggerakkan seluruh warga masyarakat untuk ikut serta melakukan penghijauan secara mandiri di lingkungannya masing-masing.

    Djarum Foundation memberikan bantuan 1.900 bibit pohon kepada perwakilan dari 19 kecamatann. Bibit pohon yang dibagikan terdiri atas 950 bibit pohon trembesi, 475 bibit pohon durian, dan 475 bibit pohon alpukat. Diserahkan pula bantuan berupa alat tanam juga diberikan sebanyak 190 buah cangkul dan sekop.

    Wakil Bupati Semarang, Ngesti Nugroho menyambut baik gerakan penghijauan yang digagas Djarum Foundation. Menurutnya, penghijauan tidak hanya memberi dampak positif terhadap Iingkungan yang lebih sehat, namun juga diharapkan punya peran dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat.

    “Manfaat yang diharapkan tidak hanya untuk kita saja, namun juga menjadi warisan untuk anak-cucu kita di masa mendatang. Maka dibutuhkan peran serta dari kita semua untuk menjaga dan melestarikan lingkungan hidup, ” ujar Ngesti dalam sambutannya.


    Sumber: www.jateng.tribunnews.com

    ,

    Bupati Kendal Bantu Perbaiki Rumah Terdampak Banjir



    Bupati Kendal Bantu Perbaiki Rumah Terdampak Banjir
    Bupati Kendal (www.kendalkab.go.id)
     Bupati Kendal dr. Mirna Anissa,MSi, Selasa (5/6/2018) di Balai Desa Protomulyo Kecamatan Kaliwungu Selatan, memberikan bantuan untuk perbaikan rumah bagi korban terdampak banjir bandang pada Februari 2018 lalu.

    Sebanyak 163 warga di Desa Magelung dan 265 warga dari Desa Protomulyo  menerima bantuan masing-masing desa sebesar Rp. 203.950.000,- dan Rp. 278.205.000,- untuk memperbaiiki rumah dari pemerintah Kabupaten Kendal.

    Bupati Kendal dalam sambutannya mengungkapkan rasa empatinya pada warga masyarakat yang terganggu kehidupan sehari - harinya lantaran terkena banjir bandang beberapa waktu lalu tersebut.

    "Untuk itu saya menyerahkan bantuan ini pada Bapak - bapak dan Ibu - ibu untuk meringankan beban hidup sehari - hari. Saya berharap bantuan yang tidak besar ini bisa dimanfaatkan dengan sebaik - baiknya," kata Bupati Mirna.

    Dengan kejadian banjir tersebut, Bupati berharap agar semua pihak baik itu jajaran Pemkab maupun masyarakat di kabupaten kendal lebih peka terhadap alam dan ikut memelihara dan menjaga alam.

    "Marilah kita seoptimal mungkin menjaga alam di Kabupaten kendal dengan sebaik - baiknya. Sehingga bencana alam seperti banjir tidak akan terulang lagi," tandasnya.

    Sementara, pada jajaran Forkopimda dan para camat dan kepala desa dimimnta Bupati Mirna untuk mempriritaskan upaya pembagunan pada daerah paska bencana alam khususnya di Kaliwungu Selatan ini. "Perlu adanya normalisasi saluran irigasi di kaliwungu dan kaliwungu Selatan," kata Mirna (www.kendalkab.go.id)

    ,

     Peringatan Nuzulul Qur'an di Masjid Al Aqsa Klaten



    Nuzulul Qur'an di Masjid Al Aqsa Klaten (www.klatenkab.go.id)
     Kemenag Klaten dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten dan Takmir Masjid Agung Al Aqsha Klaten, menggelar pengajian malam Nuzulul Qur’an di Masjid Agung Al Aqsha Klaten, dihadiri dari masyarakat setempat hingga ASN dan kepala organisasi perangkat daerah (OPD) di Pemkab Klaten, Kamis (31/5).

    Kepala Kantor Kementerian  Agama (Kemenag) Kabupaten Klaten Masmin Afif mengatakan, pengajian dalam rangka peringatan malam Nuzulul Quran merupakan sinergi bersama Kemenag, Pemkab Klaten dan program kerja Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Klaten, bertujuan untuk amaliah bulan Ramadan dan meningkatkan iman dan taqwa kepada Allah SWT dibulan suci yang penuh berkah dan ampunan.

    "Selain itu untuk mengenang kembali peristiwa pertama kali turunnya wahyu Al Quran kepada Nabi Muhammad SAW dan menggemakan kembali keluarga muslim di Klaten untuk senantiasa belajar membaca dan mengamalkan Al Quran," tandas Masmin.

    Malam Nuzulul Qur'an momen paling ditunggu-tunggu, berlomba-lomba untuk melipat gandakan amal dan pahala dengan memperkuat ibadah. Untuk mendapatkan kekhusyukan, ibadah biasa dilakukan pada malam hingga dini hari.

    Selanjutnya Bupati Klaten, Sri Mulyani dalam sambutannya mengatakan, bulan Ramadan adalah bulan turunnya Al Quran dan sebagai awal diangkatnya Nabi Muhammad SAW sebagai Rosululah. Agar umat Islam senantiasa dapat memaknai mukjizat Al Quran sebagai petunjuk umat manusia baik dalam keluarga, masyarakat dan pemerintah.

    Bupati Klaten mengajak umat Islam untuk meningkatkan iman, ilmu dan amal sebagai wujud implementasi dari makna bulan Ramadan, serta senantiasa menjaga kedamaian dan kebersamaan agar masyarakat Klaten dapat hidup sejahtera lahir dan batin.

    Sementara itu, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Klaten, Syamsuddin Asyrofi menambahkan, bulan Ramadhan merupakan salah satu bulan yang memiliki beragam misteri. Menurutnya, moment satu bulan ini sangat tepat untuk melatih dan mengajarkan anak akan pentingnya meraih cita-cita dengan usaha yang lebih baik.

    "Selain bisa mengajarkan kepada anak akan kewajiban melaksanakan ibadah puasa, dengan ibadah itu menurutnya juga dapat membangun semangat untuk menggapai cita-cita. Sehingga, dirinya meminta kepada orang tua agar mampu memperkenalkan puasa kepada anak sejak dini," ungkapnya.

    Ramadan dapat membangun semangat untuk menggapai cita-citanya. Al Quran mengandung beberapa unsur antara lain Al Quran merupakan firman Allah SWT dan diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW baik melalui Malaikat Jibril maupun  langsung oleh Allah SWT yang dijamin kebenarannya (www.jateng.kemenag.go.id)

    ,

    450 Pendamping Kotaku Jawa Tengah mengikuti Penguatan Kapasitas secara Serentak



    Peningkatan Kapasitas Kotaku Jateng
    Peningkatan Kapasitas Kotaku Jateng
    Sebanyak 450 orang pendamping program Kotaku (Kota Tanpa Kumuh) yang bertugas di seluruh Jawa Tengah berkumpul di Semarang untuk mengikuti Peningkatan Kapasitas Askot dan Fasilitator lokasi Prioritas yang diselenggarakan dari tanggal 20-27 Juli 2017. Peningkatan kapasitas tersebut bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada peserta terkait pemutahiran data  baseline 100-0-100 berdasar Permen No 2 Tahun 2016, penguatan kelembagaan di tingkat pemda dan masyarakat,  penguatan kapasitas pendamping dalam menyusun memorandum program dan kegiatan infrastruktur serta mendorong terjadinya kolaborasi antar lembaga.

    Sebagaimana diketahui program Kotaku merupakan  sebuah program yang diinisiasi oleh Dirjen Cipta Karya Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat demi membangun kolaborasi dalam upaya pencegahan dan peningkatan kualitas permukiman kumuh demi mencapai kawasan kumuh 0% di tahun 2019. Kolaborasi perlu dilakukan karena masalah permukiman kumuh bersifat kompleks dan terkait dengan berbagai unsur yang ada di masyarakat. Oleh karena itu melalui kepedulian bersama diharapkan semua pihak mau terlibat dalam kegiatan tersebut. 

    Dalam acara pembukaan yang dilakukan di 3 tempat tersebut Kepala Satker PKP Provinsi Jawa Tengah memberikan pesan kepada peserta agar mengikuti pelatihan tersebut dengan bersungguh-sungguh yang nantinya akan digunakan sebagai modal dalam mendampingi masyarakat di masing-masing lokasi dampingan.  Kegiatan penguatan kapasitas ini sendiri dilaksanakan di Hotel Siliwangi, Hotel Puri Garden dan Hotel Grand Saraswati. 

    Selama 7 hari para peserta diajak untuk belajar tentang konsep kolaborasi,  penguatan kelembagaan pemda dan masyarakat, pengantar dokumen penanganan kumuh tingkat Kabupaten dan desa, serta praktek menyusun memorandum program penanganan kawasan kumuh di tingkat Kota/ Kabupaten dan tingkat Desa/ kelurahan.  Selain itu para peserta juga diberi penyegaran tentang manajemen konstruksi, KPP, Pengendalian KPI dan SIM, perhitungan luasan permukiman kumuh serta identifiksi kebutuhan pengembangan kapasitas di tingkat pemda dan masyarakat. 

    Melalui peningkatan kapasitas ini diharapkan semua pendamping dari posisi fasilitator, askot hingga koordinator kabupaten bisa mendapatkan bekal untuk melakukan penguatan kapasitas kembali kepada masyarakat di desa dampingan.  Mengingat juga dalam waktu dekat ini di tingkat masyarakat juga akan dilakukan penguatan kapasitas bagi masyarakat baik itu pemerintah desa/ kelurahan, BKM, relawan dan masyarakat.

    ,

    Kendal Raih Juara I Pameran Produk Unggulan Dan Peluang Investasi Di Batam


     
    Kendal Raih Juara I Pameran Produk Unggulan Dan Peluang Investasi Di Batam
    Kabupaten Kendal merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Jawa Tengah yang memiliki lokasi cukup strategis karena berada di jalur transportasi dan perekonomian utama di Pulau Jawa. Salah satu upaya yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten kendal dalam meningkatkan perekonomian masyarakatnya adalah dengan mengembangkan kegiatan industri antara lain dengan membangun kawasan industri di Kaliwungu serta industri kecil di semua kecamatan
    .
    Salah satu upaya yang dilakukan oleh pemerintah kabupaten adalah dengan mengikuti berbagai kegiatan promosi dan pameran untuk mengenalkan produk unggulan yang ada.  Produk - produk UMKM Kendal banyak mendapatkan perhatian oleh kalayak di setiap mengikuti pameran di berbagai kota. Salah satunya adalah ketika Dinas Perindustrian, Koperasi dan UMKM mengikuti Pameran Produk Unggulan dan Peluang Investasi yang digelar Pemkot Kota Batam Provinsi Kepulauan Riau, 27 Maret 2017 di Mega Mall Batam Centre. Salah satu hal yang membanggakan adalah ketika banyak masyarakat Kota Batam yang menggemari beragam produk UMKM yang dipamerkan antara lain batik, cemilan dan bandeng tanpa duri. Bahkan dalam pameran tersebut, stand Pemerintah Kabupaten Kendal mampu meraih Juara I dari keseluruhan peserta pameran yang dinilai. 

    Menurut Kepala Diperinkop UMKM, Sutiyono, S.Sos, prestasi tersebut membuktikan Pemkab Kendal di bawah pimpinan Bupati Kendal dr. Mirna Anissa, M.Si terus membangun di segala bidang khususnya perkonomian salah satunya lewat UMKM. Perkembangan dan kemajuan UMKM ( Usaha Mikro Kecil dan Menengah ), menurut Sutiyono, semakin signifikan dengan tumbuhnya berbagai UMKM baru maupun UMKM lama yang dapat bertahan bahkan semakin maju. Pihaknya selaku OPD yang bertanggungjawab dalam pembangunan UMKM memberikan pembinaan yang kontinyu atau berlanjut dan sering mengikutkan UMKM di Kabupaten Kendal untuk mengikuti pameran di berbagai daerah di Indonesia. Selain itu juga memberikan bantuan lewat permodalan bekerjasama dengan Bank Jateng lewat KUR denghan bunga yang cukup ringan untuk berproduksi. 

    "Pengembangan UMKM Kendal sedikit banyak mulai tampak geliatnya dengan kesuksesan pameran UMKM yang diikuti. Misi Pemkab Kendal adalah 'menduniakan UKMK Kendal' yang selama ini kurang dikenal," terang Sutiyono didampingi Kabid UMKM Cicik.

    "Berkat keras semua pemangku kepentingan, tentunya dengan arahan Bupati Kendal, UMKM Kendal mulai bisa bersaing dengan daerah lain di Indonesia. Kualitas produk UMKM asal Kabupaten Kendal diakui baik oleh masyarakat di pameran yang diikuti. Disamping itu harga yang ditawarkan relatif murah sehingga digemari," katanya. 

    Kabid UMKM di Diperinkop Kabupaten Kendal , Cicik menyampaikan bahwa dengan mengikuti berbagai event pameran dan promosi di berbagai daerah berdampak baik pada peningkatan produksi UMKM karena meningkatnya permintaan masyarakat atau konsumen yang puas dengan produk UMKM yang sebelumnya dibeli. 

    Mengikuti pameran UMKM lanjut Cicik merupakan salah satu sarana untuk memperkenalkan produk unggulan Kabupaten Kendal. "Dalam waktu dekat juga akan digelar bazaar di Taman Mini Indonesia Indah Jakarta untuk memperkenalkan produk UMKM Kabupaten Kendal. Selain itu juga dalam setiap kunjungan tamu - tamu Pemkab Kendal ( Bupati Kendal ) diberikan sajian produk makanan dan minuman produk UMKM Kendal dan juga diberikan sajian cindera mata pun dari UMKM Kendal," tuturnya (www.kendalkab.go.id)


    ,

    Ikut Rayakan Imlek, Pelajar Lintas Agama lakukan Kegiatan Makan Bersama

    Botram Purwakarta
    Purwakarta yang merupakan salah satu Kabupaten di Jawa Barat yang terkenal akan kerukunan warganya kembali membuktikan bahwa perbedaan kepercayaan bukanlah suatu penghalang untuk mewujudkan persatuan. Salah satu buktinya adalah ketika ratusan pelajar yang berasal dari berbagai latar belakang agama maupun keyakinan yang berbeda makan bersama atau "botram" di Bale Paseban, komplek pemerintah daerah setempat untuk merayakan Imlek.

    Kegiatan yang diprakarsai oleh Pemerintah Kabupaten Purwakarta tersebut bertujuan untuk meramaikan perayaan tahun baru China atau hari raya Imlek 2568 sekaligus mengajarkan kepada peserta tentang arti pentingnya keberagaman dan kerukunan dalam kehidupan sehari-hari.

    "Kegiatan "botram" tersebut digelar untuk meramaikan perayaan Hari Raya Imlek 2568," kata Bupati setempat Dedi Mulyadi, di Purwakarta.

    Di dalam kegiatan tersebut, diikuti oleh sekitar 500 pelajar yang berasal dari seluruh kecamatan yang ada. Demi memanjakan para peserta, panitia pelaksana menjamu mereka dengan menyajikan menu makanan khas Purwakarta, Sate Maranggi.

    Di sela kegiatan tersebut, bupati sempat memanggil salah seorang pelajar keturunan Tionghoa untuk menceritakan kepada pelajar lain yang hadir tentang persiapan peringatan Hari Raya Imlek yang biasa dilakukan keluarganya.

    Pelajar keturunan Tionghoa SMA PGRI Purwakarta, David, menceritakan pengalamannya dari tahun ke tahun saat merayakan Imlek. Ia mengaku terkesan dengan kue keranjang dan angpao yang dibagikan dalam perayaan tersebut. Selain itu, dalam tradisi keluarga David, selalu diajarkan nilai-nilai yang terkandung dalam tata cara peribadatan agama yang mereka anut saat perayaan Tahun Baru Imlek ini.

    Kegiatan "botram" yang digagas bupati itu mendapat respon positif dari pemuka Agama asal Purwakarta, Habib Hasan Syu¿aib. Kiai yang menjadi sesepuh di Masjid Agung Baing Yusuf Purwakarta mengatakan, tradisi saling hormat-menghormati perayaan tradisi maupun perayaan momentum keagamaan sudah tercipta sejak dulu di Purwakarta .

    Ia sempat mengatakan, tidak ada salahnya mengucapkan selamat atas perayaan tradisi ataupun perayaan keagamaan agama lain yang tidak dianut oleh pengucapnya.

    Sementara itu, kegiatan "botram" juga pernah digelar Pemkab Purwakarta saat peluncuran program membaca Kitab Kuning bagi pelajar beragama Islam dan pendalaman kitab agama sesuai dengan agama dan keyakinan yang dianut oleh para pelajar.

    (www.kompas.com)

⬆
Top